Papuaterdepan.com, Jayapura – Calon Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, memulai blusukan politiknya dengan menyambangi Pasar Depapre, Kabupaten Jayapura, pada Selasa, 13 Mei 2025. Dalam kunjungannya, Matius didampingi oleh sejumlah anggota DPR dari partai pengusung. Di pasar tersebut, Matius memborong seluruh hasil bumi milik warga, mulai dari sayuran, buah lokal, hingga hasil kebun lainnya. Aksinya disambut hangat oleh para pedagang dan warga sekitar.
“Ini bentuk apresiasi saya kepada masyarakat. Kita harus mulai dari bawah, menyapa rakyat dan menghargai hasil kerja mereka,” kata Matius usai berkeliling pasar.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Kampung Kendate, wilayah pesisir Distrik Depapre. Di Kampung Kendate, Matius disambut antusias oleh sejumlah warga setempat, yang berharap ada perubahan signifikan untuk kesejahteraan mereka.
Satu diantaranya, Mama Marlina, salah seorang warga di Kampung Kendate, berharap agar calon gubernur tersebut fokus pada peningkatan fasilitas dasar di wilayah pesisir.
“Kami mama-mama di sini sangat berharap agar ada perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur. Jalan-jalan yang rusak dan tidak ada fasilitas pelabuhan yang memadai membuat kami kesulitan menjual ikan dan hasil laut. Jika ada jalan yang baik dan dermaga, kami bisa lebih mudah mengakses pasar,” ungkap Mama Marlina.
Dalam kesempatan itu, Matius alias MDF menilai kawasan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sentra perikanan laut. Ia menyebut daerah itu cocok untuk budidaya ikan dalam keramba dan kolam puri. “Saya berharap, Depapre bisa menjadi pusat perikanan baru selain Biak,” ujarnya.
Selain potensi perikanan, Matius juga menyoroti kekayaan wisata bahari di Teluk Tanah Merah. Ia menyebut kawasan tersebut ideal untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata kelas nasional maupun internasional. “Pantainya bagus untuk menyelam dan rekreasi. Ini bisa jadi kekuatan baru Papua dari sektor pariwisata,” katanya.
Dalam pernyataannya, calon gubernur nomor urut dua itu menegaskan keinginannya menjadikan Papua sebagai etalase bangsa.
Menurutnya, posisi geografis Papua yang berbatasan langsung dengan negara-negara Pasifik membuat wilayah ini strategis sebagai wajah Indonesia di kawasan timur. “Kalau kita bangun rumah sakit dan sekolah bertaraf internasional di sini, negara-negara Pasifik bisa datang belajar dan berobat ke Papua,” ucapnya.
Matius juga menyoroti tantangan pendidikan di Papua. Ia menyebut, sudah saatnya Papua membangun pusat-pusat pendidikan berkualitas agar anak-anak tidak harus sekolah ke luar daerah. “Pendidikan lokal yang kuat memudahkan kontrol orang tua. Banyak anak gagal di luar karena minim pengawasan,” katanya.
Terkait investasi, Matius mengingatkan pentingnya pelibatan masyarakat adat sejak awal untuk menghindari konflik lahan. Ia mencontohkan insiden pada 1999 yang memakan korban akibat sengketa investasi. “Semua jengkal tanah di Papua ada tuannya. Investor harus wajib melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra, bukan penonton,” katanya.
Dalam dialog bersama warga, Matius menerima berbagai aspirasi, termasuk kebutuhan kapal tangkap ikan, dermaga, hingga cold storage. “Tuna dari sini kualitasnya terbaik. Kalau infrastruktur pendukung tersedia, hasil tangkapan bisa langsung dipasarkan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kondisi akses jalan dan konektivitas digital yang masih terbatas di beberapa kampung. “Ketika ombak tinggi, hasil kebun warga tak bisa keluar karena akses terputus. Ini harus diatasi dengan pembukaan jalan baru,” kata Matius.
Ia menyebut pemerintah provinsi Papua ke depan harus mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung dari Jayapura ke distrik-distrik pesisir, hingga ke wilayah Pegunungan dan Selatan Papua. “Kalau masyarakat adat mendukung, pembangunan akan lancar. Saya yakin, masyarakat juga punya kerinduan untuk maju,” ucapnya.
Matius beserta rombongan mengakhiri kunjungan dengan mengajak semua pihak bersatu membangun Papua induk agar menjadi pusat pertumbuhan bagi lima provinsi baru yang telah lahir dari Tanah Papua. “Papua harus menjadi contoh dan pusat kemajuan di timur Indonesia,” tutupnya.









