Tragedi Ambruknya Musala Jadi Momentum Pemerintah Benahi Pesantren

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,papuaterdepan.com — Pemerintah memperkuat langkah perlindungan bagi para santri dengan memastikan keamanan dan kelayakan infrastruktur pesantren. Tiga kementerian — Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) — menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Penyelenggaraan Infrastruktur Pendidikan Pesantren, Selasa (14/10/2025), di Jakarta.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas peristiwa ambruknya bangunan musala di salah satu pondok pesantren yang menimbulkan korban jiwa. Melalui kerja sama tersebut, ketiga kementerian berkomitmen memperkuat koordinasi, pertukaran data dan informasi pesantren di bawah pembinaan Kemenag, serta memberikan dukungan teknis terhadap keandalan bangunan dan penyehatan lingkungan di lingkungan pesantren.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren merupakan aset pendidikan keagamaan terbesar di Indonesia yang harus dijaga bersama.

“Jumlah pondok pesantren di Indonesia mencapai 42.369 dan semuanya swasta. Penguatan infrastruktur pesantren bukan hanya tentang bangunan, tetapi juga perlindungan negara terhadap anak-anak yang sedang menimba ilmu,” ujar Nasaruddin.

Baca Juga :  Kemenag Papua Rampungkan Asesmen, Fokus Siapkan Pejabat Berintegritas

Menurut dia, insiden di Jawa Timur menjadi pengingat penting agar pemerintah memastikan keamanan bangunan di seluruh pesantren.

“Kita tidak ingin tragedi serupa terulang. Santri harus belajar dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.

Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap dunia pesantren.

“Presiden cepat memberikan arahan dan dukungan tambahan anggaran. Ini bukti nyata kepedulian negara terhadap pendidikan keagamaan,” katanya.

Dari sisi teknis, Menteri PUPR Doddy Hanggodo menjelaskan bahwa pihaknya akan memulai langkah konkret dengan pemetaan dan uji sampling terhadap bangunan pesantren di sejumlah daerah.

“Kami akan melakukan penilaian terhadap kelayakan dan kualitas konstruksi di 80 pesantren sebagai tahap awal,” tutur Doddy.

Ia menambahkan, Kementerian PUPR juga akan mendampingi proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan memberikan pelatihan sederhana bagi pengelola pesantren.

“Kami ingin membantu agar pesantren tidak kesulitan mengurus perizinan dan memahami dasar konstruksi yang aman,” katanya.

Baca Juga :  Kemenag imbau masyarakat waspada Marak Hoaks Loker Petugas Haji

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai, langkah sinergi ini merupakan wujud keadilan sosial bagi seluruh anak bangsa.

“Yang paling utama adalah rasa aman dan nyaman bagi santri dalam belajar. Itu makna keadilan negara,” ujarnya.

Kesepakatan tiga kementerian tersebut meliputi pertukaran data dan informasi pesantren di bawah pembinaan Kemenag, dukungan teknis terhadap keandalan bangunan dan penyehatan lingkungan, serta koordinasi pembinaan dan pengawasan PBG oleh pemerintah daerah.

Turut hadir dalam penandatanganan kesepakatan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Wakil Menteri PUPR Diana, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu dan Gugun Gumilar, serta Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno.

Langkah sinergi lintas kementerian ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan bagi lebih dari lima juta santri di seluruh Indonesia, sekaligus memastikan lingkungan pesantren menjadi tempat belajar yang aman, layak, dan sehat.(Rilis)

Berita Terkait

Prajurit Yonif TP 810/BEM Datangi Rumah Warga Sosiri, Berikan Pengobatan Gratis
Billy Mambrasar: MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Ini Investasi Masa Depan Anak Papua
BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua
Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon
Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga
Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Prajurit Yonif TP 810/BEM Datangi Rumah Warga Sosiri, Berikan Pengobatan Gratis

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Billy Mambrasar: MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Ini Investasi Masa Depan Anak Papua

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya