Umat Buddha Ikut Cetak Rekor MURI Lewat Pembacaan Dhammapada Serentak di Papua

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepam.com,Jayapura,-Umat Buddha di Provinsi Papua turut ambil bagian dalam pembacaan Kitab Suci Dhammapada secara serentak yang digelar pada Minggu, (15/06/2025), di Vihara Numbay Santi Jaya, Kegiatan ini juga merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE dan diikuti oleh 2.569 peserta dari seluruh Indonesia.

Pembacaan Dhammapada yang dimotori oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kementerian Agama ini berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelantunan 423 syair Dhammapada secara serentak dengan peserta terbanyak.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh umat Buddha di Papua sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, sesuai dengan ajaran Buddha.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua: Persiapan HAB ke-80 Fokus pada Upacara Puncak

“Partisipasi umat Buddha di Papua menunjukkan semangat dan tekad dalam menjaga spiritualitas serta turut memperkokoh kerukunan umat beragama,” ujar salah satu tokoh agama Buddha di Papua dalam keterangan usai kegiatan.

Melalui kegiatan ini, umat Buddha diharapkan semakin dekat dengan kitab suci, memahami makna syair-syair Dhammapada, dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagaimana disampaikan Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, dalam pembukaan resmi yang berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag Pusat Jakarta, pembacaan Dhammapada secara serentak ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

Baca Juga :  Umat Budha Papua gelar puja bakti peringati tri suci waisak

“Ini adalah aktivitas nyata dalam mencintai Kitab Suci Tripitaka. Harapan kami, umat Buddha dapat menjadikan Dhammapada sebagai pedoman hidup yang membawa kedamaian, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” terang Supriyadi.

Ia juga menambahkan bahwa spiritualitas yang terjaga dengan baik akan menjadi pondasi kuat bagi terciptanya kerukunan dan kemanusiaan yang lebih luas di Indonesia.

Dengan bergabungnya Papua dalam kegiatan berskala nasional ini, semangat kebersamaan dan cinta terhadap ajaran Buddha semakin terasa nyata dalam keragaman nusantara.**(Rilis)

Berita Terkait

Tokoh Gereja Papua Ajak Mahasiswa Kedepankan Dialog, Hentikan Aksi Demo yang Ganggu Aktivitas Warga Jayapura
SMPN 2 Jayapura Gandeng Orang Tua dalam MPLS Ramah, Perkuat Adaptasi dan Karakter Siswa Baru
BAZNAS Papua Bersiap Masuki Era Kepemimpinan Baru, Lima Nama Resmi Ditetapkan
Perebutan Kursi Wakil Bupati Nduga Kembali Bergulir, Tim Maniap Kogoya Minta Proses Diulang
BULOG dukung percepatan pengembangan lumbung pangan nasional di Merauke
Bakti Sosial dan Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Persaudaraan di Skouw Sae
Kepala Suku Sembra Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Tobati-Enggros
BMP RI Gelar Konvoi Merah Putih dan Bakti Sosial untuk Warga Jayapura

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:09 WIB

Tokoh Gereja Papua Ajak Mahasiswa Kedepankan Dialog, Hentikan Aksi Demo yang Ganggu Aktivitas Warga Jayapura

Senin, 6 Juli 2026 - 10:14 WIB

SMPN 2 Jayapura Gandeng Orang Tua dalam MPLS Ramah, Perkuat Adaptasi dan Karakter Siswa Baru

Senin, 6 Juli 2026 - 06:53 WIB

BAZNAS Papua Bersiap Masuki Era Kepemimpinan Baru, Lima Nama Resmi Ditetapkan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:23 WIB

Perebutan Kursi Wakil Bupati Nduga Kembali Bergulir, Tim Maniap Kogoya Minta Proses Diulang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:33 WIB

Bakti Sosial dan Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Persaudaraan di Skouw Sae

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya