BULOG dukung percepatan pengembangan lumbung pangan nasional di Merauke

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merauke,Papuaterdepan.com – Perum BULOG menyatakan siap mendukung percepatan pengembangan kawasan pangan nasional di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, melalui penguatan penyerapan hasil panen petani dan pembangunan ekosistem pangan yang terintegrasi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak yang dipimpin Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di kawasan cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu,(4/7).

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan peningkatan produksi pangan harus diimbangi dengan kepastian pasar bagi petani agar program swasembada pangan dapat berjalan berkelanjutan.

“BULOG berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal,” katanya.

Menurut Rizal, BULOG akan terus memperkuat perannya dalam menyerap gabah dan beras hasil panen petani guna memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sekaligus menjaga kesejahteraan petani.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.

Ia menegaskan program cetak sawah yang sedang berjalan merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahan yang dikembangkan tetap menjadi milik masyarakat setempat.

Baca Juga :  Bulog Papua Pastikan Distribusi Minyakita Lancar, Stok di Pasar Tradisional Tetap Aman

“Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden,” ujar Amran.

Pemerintah, lanjut dia, tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha tani melalui dukungan sarana produksi, mekanisasi pertanian, dan jaminan pemasaran hasil panen.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan Papua Selatan kini menjadi wilayah terbesar dalam pengembangan kawasan pangan baru di Tanah Papua. Dari total 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare lahan optimalisasi yang dikembangkan di Papua, sekitar 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare lahan optimalisasi berada di Papua Selatan.

Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 triliun pada 2026 yang digunakan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana pertanian, termasuk penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Pemanfaatan teknologi pertanian modern juga mulai menunjukkan hasil positif. Penggunaan traktor, drone pertanian, rice transplanter, dan combine harvester mampu meningkatkan produktivitas gabah yang sebelumnya sekitar tiga ton per hektare menjadi empat hingga tujuh ton per hektare.

Baca Juga :  Sambut HUT Armada, TNI AL Jayapura gelar aksi gerebek sampah di Kali Anafri

Selain itu, indeks pertanaman yang saat ini telah mencapai dua kali tanam per tahun ditargetkan meningkat menjadi tiga kali tanam sehingga produksi pangan nasional dapat terus bertambah.

Peningkatan produktivitas tersebut turut berdampak pada kesejahteraan petani. Berdasarkan data pemerintah daerah, pendapatan petani di kawasan pengembangan meningkat hingga 300 persen setelah memanfaatkan program cetak sawah dan mekanisasi pertanian.

Sejalan dengan meningkatnya produksi, pemerintah juga menyiapkan pembangunan gudang BULOG di Merauke dengan kapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton. Gudang tersebut akan dilengkapi fasilitas pengering gabah dan unit pengolahan beras untuk menjaga kualitas hasil panen serta memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi kawasan pertanian di Papua Selatan yang saat ini mencapai sekitar Rp1,3 triliun dapat meningkat hingga Rp13 triliun per tahun apabila target produktivitas tujuh ton per hektare dan indeks pertanaman tiga kali tanam per tahun dapat tercapai.

Melalui pengembangan kawasan pangan skala besar yang didukung modernisasi pertanian dan jaminan penyerapan hasil panen, Merauke diharapkan menjadi salah satu sentra produksi pangan strategis yang mampu menopang ketahanan pangan nasional pada masa mendatang.(Rilis)

Berita Terkait

Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027
Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik
Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif
Rakerda LPTQ Papua Sepakati Arah Baru Pembinaan Qurani dan Penguatan Kelembagaan
MTQ Papua Perkuat Peran Syarhil Al-Qur’an sebagai Media Dakwah Generasi Muda
BMP RI: Kasus Pembakaran Pesawat di Yahukimo Harus Diusut Hingga Tuntas
LPTQ Papua Pastikan Penjurian MTQ Berjalan Profesional dan Akuntabel
MTQ XXXI Papua Diawali Malam Ta’aruf, Sentani Jadi Titik Temu Kafilah Se-Tanah Papua

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIB

Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:32 WIB

Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:16 WIB

Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:02 WIB

Rakerda LPTQ Papua Sepakati Arah Baru Pembinaan Qurani dan Penguatan Kelembagaan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:54 WIB

MTQ Papua Perkuat Peran Syarhil Al-Qur’an sebagai Media Dakwah Generasi Muda

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya