BPK Wilayah XXII Gelar Workshop Objek Pemajuan Kebudayaan

- Redaksi

Kamis, 24 Juli 2025 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepan.com,Jayapura,- Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXII menggelar Workshop Objek Pemajuan Kebudayaan “ karya budaya Khombow lukisan kulit kayu “ kepada para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Jayapura,Papua, Rabu 23 Juli di Hotel Horison Sentani.

Kegiatan ini di buka langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura Amelia Ondikeleuw yang didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Desy Polla Usmany dan para pemateri.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Desy Polla Usmany menjelaskan Kegiatan Workshop Objek Pemajuan Kebudayaan mengangkat tema “Kenali, Miliki dan Cintai Budaya Sendiri” dari tema ini peserta dapat mengenal budaya papua lebih khusus budaya melukis Suku Sentani di Kampung Asei pusat tradisi Khombow berada, dapat menumbuhkan rasa memiliki, menjaga, melestarikan sehingga tumbuh rasa cinta terhadap budaya sendiri khususnya budaya Papua.

“ Dengan diadakan kegiatan ini dapat berfungsi sebagai sarana edukasi, transfer pengetahuan, dan pewarisan nilai-nilai budaya dari generasi tua kepada generasi muda,”ucap Kepala BPK Wilayah XXII Desy Polla Usmany

Lanjut Desy, melalui workshop ini, masyarakat terutama generasi penerus diberikan kesempatan untuk mempelajari, memahami, serta mempraktikkan keterampilan dan pengetahuan tradisional secara langsung dari para pelaku budaya atau pemilik tradisi.
“ Kegiatan ini juga menjadi media penguatan identitas budaya lokal dan strategi adaptif dalam menjaga keberlangsungan Warisan Budaya Takbenda di tengah tantangan globalisasi,” ungkapnya

Baca Juga :  MTQ XXXI Papua Jadi Momentum Perkuat Harmoni dan Persatuan Masyarakat

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Amelia Ondikeleuw memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII yang telah membuat kegiatan kepada generasi muda terkait Pemajuan Kebudayaan karya budaya Khombow lukisan kulit kayu Kampung Asei, Kabupaten Jayapura.

“ Kampung Asei terkenal dengan lukisan kulit kayu melalui kegiatan yang dilaksanakan Balai Pelestarian Kebudayaan ini merupakan kegiatan penting dan harus di mulai dari anak-anak dan berharap para generasi muda di papua tidak melupakan budaya papua,” ujar Kadis Pendidikan Kabupaten Jayapura Amelia Ondikeleuw

Ketua Panitia yang juga Kasubag BPK Wilayah XXII Papua Dessy Donggori mengatakan Tujuan dan Manfaat dari kegiatan Workshop Objek Pemajuan Kebudayaan Dapat meningkatkan pemahaman masyarakat lokal (penggiat budaya) untuk meningkatkan, mempertahankan budaya tradisi mereka yang merupakan suatu kekuatan khasanah budaya bangsa.

“ Memperkenalkan kepada siswa sebagian dari kerajinan tradisional suku-suku bangsa Papua, khususnya kerajinan tradisional Kulit kayu “Khombow” yang berada di daerah kabupaten Jayapura, dan memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan kepada siswa (generasi muda) betapa pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal khususnya tradisi di etnis Sentani Kabupaten Jayapura, serta menanamkan rasa memiliki dan perduli akan budaya Papua,” ujar Ketua Panitia Dessy Donggori

Baca Juga :  Kemenag harap Jemaah Haji untuk Segera Periksa kesehatan jika Alami Gejala Sakit

Dessy Donggori menambahkan di era globalisasi ini tradisi tersebut cenderung ditinggalkan karena dianggap kuno atau tidak sesuai dengan perkembangan jaman. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya apresiasi masyarakat, khususnya dikalangan generasi muda, terhadap tradisi yang diwariskan oleh leluhur

“ Hal ini bertolak belakang dengan tugas generasi muda, yang mana sebagai generasi penerus bangsa mereka harus mengembangkan tradisi yang dimiliki bangsanya sesuai dengan kebutuhan saat ini,” pungkasnya

Diketahui Papua merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang paling kaya akan budaya, dengan ratusan suku bangsa yang memiliki bahasa, adat, seni, dan kepercayaan yang berbeda-beda. Setiap suku memiliki kearifan lokal yang unik dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas nasional. (Redaksi)

Berita Terkait

Tak Hanya Jaga Keamanan, Prajurit Yonif TP 810/BEM Perkuat Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama
Jaga Rasa Aman Warga, Prajurit Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru
LMA dan Yonif TP 910 Rangkul Pemuda Burmeso, Persatuan dan Budaya Jadi Pesan Utama
Barisan Merah Putih Papua Tengah Gaungkan Nasionalisme, Pemuda Nabire Diajak Jangan Lupakan Sejarah
Gelar Seminar Kebangsaan di Nabire, Barisan Merah Putih Ajak Pemuda Rawat Sejarah Bangsa
Momentum Sumpah Pemuda, Sem Tasti Tekankan Peran Anak Muda Bangun Mamberamo Raya
Jaga Distribusi Tepat Sasaran, BULOG Perketat Pengawasan Beras SPHP
Ringankan Beban Warga, Prajurit Yonif TP 810/Bemare Gelar Aksi Jumat Berkah

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 12:36 WIB

Tak Hanya Jaga Keamanan, Prajurit Yonif TP 810/BEM Perkuat Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Jaga Rasa Aman Warga, Prajurit Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:45 WIB

LMA dan Yonif TP 910 Rangkul Pemuda Burmeso, Persatuan dan Budaya Jadi Pesan Utama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Barisan Merah Putih Papua Tengah Gaungkan Nasionalisme, Pemuda Nabire Diajak Jangan Lupakan Sejarah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Gelar Seminar Kebangsaan di Nabire, Barisan Merah Putih Ajak Pemuda Rawat Sejarah Bangsa

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya