Pembimas Buddha Kanwil Papua: Waisak 2026 Jadi Momentum Jaga Perdamaian Dunia

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com – Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Sarono, menekankan pentingnya perayaan Tri Suci Waisak 2570 B.E. sebagai momentum kolektif untuk menyuarakan perdamaian global.

Hal tersebut disampaikan Sarono saat memimpin rapat koordinasi terkait Surat Edaran Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda 2570 B.E. di Ruang Rapat Amsal Yowei, Kanwil Kemenag Papua, Senin (13/4/2026).

Persiapan Satu Bulan Penuh
Sarono menjelaskan bahwa berdasarkan edaran dari Direktorat Jenderal Bimas Buddha, rangkaian peringatan Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026 akan dimulai sebulan sebelumnya. Sepanjang Mei, umat Buddha di Papua akan melaksanakan berbagai kegiatan spiritual dan sosial.

Baca Juga :  Wabup Jayapura dan Kakanwil Kemenag Papua Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kelenteng Dharma Agung Sakti

“Akan dilaksanakan kegiatan kerohanian seperti upavasa dengan melaksanakan atthasila selama satu bulan penuh,” ujar Sarono dalam keterangannya.

Selain penguatan spiritual, aspek lingkungan juga menjadi sorotan utama melalui program:

Ekoteologi: Penguatan nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan pelestarian alam.

Eco-Enzyme: Pembuatan larutan organik multifungsi sebagai wujud kepedulian lingkungan.

Walk For Peace: Wajah Baru Thudong
Salah satu poin menarik dalam perayaan tahun ini adalah diperkenalkannya istilah baru untuk ritual Thudong. Perjalanan spiritual para biksu tersebut kini mengusung tajuk “Walk For Peace” atau Jalan untuk Perdamaian.

Baca Juga :  Kejar Target Tuntas Februari 2026, Kemenag Kebut Pengisian Jabatan Kepala KUA yang Kosong

Sarono menegaskan bahwa umat Buddha di Provinsi Papua berkomitmen penuh untuk berkontribusi dalam menyukseskan tema besar Waisak tahun ini, yaitu “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.

“Kami berharap Provinsi Papua turut berkontribusi dalam Vesakha Sananda ini. Harapan umat Buddha tahun ini adalah agar Waisak benar-benar membawa dampak nyata bagi perdamaian dunia,” tuturnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh penyelenggara Bimas Buddha dari tingkat kota/kabupaten, pimpinan organisasi masyarakat Buddha, serta perwakilan lembaga pendidikan formal maupun non-formal seperti Sekolah Minggu Buddha di seluruh Provinsi Papua.(Rilis)

Berita Terkait

Daya Tampung 320 Siswa, SMP Negeri 9 Jayapura Pastikan Pendaftaran Gratis
Profesi Humas Kian Menjanjikan, UM Papua Hadirkan Seminar Karier bagi Generasi Muda
Baznas Kota Jayapura Salurkan Beasiswa, Cegah Anak Putus Sekolah
Ondofolo Waena Ajak Masyarakat Serahkan Persoalan Mama Yasinta kepada Proses Hukum
Papua Satukan Komitmen Ciptakan Penerimaan Murid Baru yang Adil dan Berintegritas
Malaikat Tabuni: Jangan Ulangi Kerusuhan 2019, Sampaikan Aspirasi Secara Damai
Kemdikdasmen Gandeng LKP Cia Cetak Tenaga Kecantikan Profesional untuk Kurangi Pengangguran di Papua
Kemenag Papua Siap Cetak Prototipe ‘Kota Wakaf’ demi Dongkrak Ekonomi Umat

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27 WIB

Daya Tampung 320 Siswa, SMP Negeri 9 Jayapura Pastikan Pendaftaran Gratis

Senin, 15 Juni 2026 - 06:26 WIB

Profesi Humas Kian Menjanjikan, UM Papua Hadirkan Seminar Karier bagi Generasi Muda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:15 WIB

Baznas Kota Jayapura Salurkan Beasiswa, Cegah Anak Putus Sekolah

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:57 WIB

Ondofolo Waena Ajak Masyarakat Serahkan Persoalan Mama Yasinta kepada Proses Hukum

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:47 WIB

Papua Satukan Komitmen Ciptakan Penerimaan Murid Baru yang Adil dan Berintegritas

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya