Lewat Pendekatan Agama, Kemenag dan KPK Perkuat Benteng Antikorupsi

- Redaksi

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA,Papuaterdepan.com— Upaya pencegahan korupsi di Indonesia terus diperluas hingga ke ranah kultural dan religius. Hal ini tecermin dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (9/12/2025), di mana Kementerian Agama (Kemenag) menerima dua penghargaan nasional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penghargaan tersebut menjadi penanda komitmen Kemenag dalam membangun ekosistem integritas melalui jalur pendidikan dan penyuluhan lintas iman.

Penghargaan pertama diberikan atas inisiatif kolaboratif Kemenag bersama Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK dalam menyusun “Buku Keagamaan Antikorupsi”. Karya ini dinilai strategis karena membuka ruang pendidikan antikorupsi yang menyentuh kesadaran teologis masyarakat.

Sementara itu, penghargaan kedua diraih oleh Forum Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag. Forum ini dinobatkan sebagai Terbaik Kedua Nasional kategori Kementerian/Lembaga atas kiprah aktif mereka menanamkan nilai integritas di sektor pendidikan madrasah.

Baca Juga :  Kemenag Papua Dukung Festival Cenderawasih Dorong UMKM Bersertifikat Halal Naik Kelas

Bahasa Agama

Momentum Hakordia 2025 juga ditandai dengan peluncuran enam buku seri pendidikan antikorupsi lintas agama. Keenam buku tersebut mengupas nilai-nilai integritas dari perspektif Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Menteri Agama (Menag) menekankan bahwa pendekatan agama memiliki peran vital di tengah masyarakat Indonesia yang religius. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan pendekatan hukum dan politik, tetapi harus menyentuh landasan moral.

“Dengan bahasa agama, kita membatasi diri dengan konsep pahala dan dosa. Bahasa ini efektif untuk membentuk nilai luhur di masyarakat,” ujar Menag.

Baca Juga :  Kanwil Kemenag Papua Tekankan Pembangunan Zona Integritas, Ajak ASN Terapkan Budaya Kerja 3S

Ia menambahkan, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman terhadap kemanusiaan. Oleh karena itu, semua agama menempatkan korupsi sebagai musuh bersama yang harus diperangi dengan integritas. Peluncuran buku ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman (logos) sekaligus mendorong aksi nyata (ethos) perilaku antikorupsi yang mengakar di masyarakat.

Daftar Buku Antikorupsi Lintas Agama yang Diluncurkan:

Buddha: Jalan Dhamma Jalan Anti Korupsi: Cara Menjadi Buddhis Berintegritas dan Berani Menolak Korupsi

Hindu: Hidup Satya: Berani Menolak Korupsi

Islam: Integritas & Antikorupsi: Perspektif Islam dalam Pemberantasan Korupsi

Katolik: Integritas dan Iman: Peran Gereja Katolik dalam Pemberantasan Korupsi

Kristen: Peran Gereja dalam Mewujudkan Bangsa Tanpa Korupsi

Khonghucu: Kebajikan sebagai Landasan Antikorupsi dalam Perspektif Khonghucu.(Rilsi)

Berita Terkait

Jelang Sumpah Pemuda, Generasi Muda Mamberamo Raya Tegaskan Komitmen Tolak Kekerasan
Rawat Adat, Perkuat Persaudaraan, Ondoafi Skouw Sae Ajak Pemuda Bangun Kampung Damai
Kepala Suku Manirem Dorong Pemuda Papua Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan dan NKRI
Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama
Ondoafi Kasukuwe Ajak Generasi Muda Sarmi Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan
Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan
Peringati Sumpah Pemuda, Skouw Sae Gaungkan Persatuan dan Pelestarian Adat
Peringati Sumpah Pemuda, Tokoh Adat Yoka Dorong Generasi Muda Rawat Budaya dan Kebersamaan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Jelang Sumpah Pemuda, Generasi Muda Mamberamo Raya Tegaskan Komitmen Tolak Kekerasan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Rawat Adat, Perkuat Persaudaraan, Ondoafi Skouw Sae Ajak Pemuda Bangun Kampung Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Kepala Suku Manirem Dorong Pemuda Papua Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan dan NKRI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya