Secara Daring BAN-PT lakukan Asesmen Lapangan Program Studi Psikologi UM Papua

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

papuaterdepan.com, Jayapura- Tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan asesmen lapangan Program Studi S1 Psikologi Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua).Asesmen ini dilaksanakan selama tiga hari, pada 4 hingga 6 juli 2025 di Ruang A lantai 1 UM Papua secara daring.

Dua asesor yang ditunjuk BAN-PT dalam proses ini adalah Dr. Nina Zulida Situmorang, M.Si., (Universitas Ahmad Dahlan) dan Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si., CPCE (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung). Keduanya melaksanakan asesmen dari domisili masing-masing secara daring.

Asesmen lapangan merupakan tahap penting dalam proses akreditasi yang bertujuan memverifikasi, memvalidasi, serta mengklarifikasi data dan informasi yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi. Proses ini menjadi cerminan dari kesungguhan institusi pendidikan tinggi dalam menjamin mutu pendidikan.

Rektor UM Papua, Dr. Andy Dwi Bawono S.E., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari upaya nyata universitas dalam menjaga kualitas dan membuktikan peran aktifnya dalam pembangunan pendidikan di Papua.

“UM Papua sebagai salah satu kampus Universitas Muhammadiyah di Papua, dari 163 kampus yang saat ini ada, selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan juga membuktikan eksistensinya untuk pengembangan pendidikan di Papua”, ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menilai bahwa akreditasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga menjadi tolok ukur penting dalam menjamin standar mutu pendidikan di hadapan masyarakat.

“Akreditasi ini menjadi sebuah keniscayaan dan kebutuhan untuk membuktikan dan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa UM Papua, merupakan kampus yang memiliki standar dan akreditasi sesuai dengan aturan yang berlaku”, tambahnya.

Wakil Rektor I, Dr. Indah Sulistiani, S.E., M.I.Kom., menyampaikan bahwa pelaksanaan akreditasi menjadi bentuk nyata komitmen UM Papua dalam menjaga mutu dan kualitas program studi. Menurutnya, akreditasi tidak hanya bertujuan administratif, tetapi lebih dari itu, menjadi jaminan atas kualitas lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.

“Akreditasi ini adalah komitmen kami untuk terus menjaga mutu atau kualitas prodi dalam menghasilkan lulusan yang juga berkualitas, berkompeten, dan profesional di bidang ilmu psikologi,” ujarnya.

Seluruh elemen kampus turut berperan aktif dalam pelaksanaan akreditasi ini, dari jajaran pimpinan universitas, kepala unit seperti LPM, LPPM, Kemahasiswaan, PMB, hingga staf di BAAK dan khususnya tim akreditasi dari Prodi Psikologi bersama para dosen dan juga mahasiswa Prodi Psikologi.

Baca Juga :  Tujuh Dosen Universitas Muhammadiyah Papua Raih Hibah Penelitian Nasional 2025

Aisyah, M.Pd selaku Ketua LPM, menjelaskan bahwa asesor menilai seluruh aspek sesuai panduan asesmen, mulai dari proses pembelajaran, rencana strategis kampus dan prodi, penelitian dan pengabdian dosen, bimbingan mahasiswa, hingga sarana prasarana dan keuangan.

“Semuanya menjadi instrumen penting dalam upaya peningkatan mutu di UM Papua,” jelasnya.

Aisyah menambahkan bahwa LPM memegang peranan penting sebagai pengawal mutu selama proses asesmen berlangsung.

“Kami mengawal mulai dari awal penyusunan borang hingga pelaksanaan asesmen, bahkan pasca-visitasi. Tugas kami memastikan semua berjalan baik dan sesuai yang direncanakan,” katanya.

Dalam wawancara dengan Tim Humas UM Papua, Ketua Program Studi Psikologi, M. Irwan Putra M.Pd, menekankan bahwa persiapan asesmen sudah dilakukan jauh hari.

“Kami mempersiapkan dokumen-dokumen kegiatan akademik, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, sampai bukti pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dosen dalam empat tahun terakhir,” ungkapnya.

Menurut Irwan, proses asesmen berjalan lancar berkat sinergi antara civitas akademika dan semangat kerja sama seluruh elemen kampus. Ia juga mengapresiasi pendekatan para asesor yang menurutnya sangat komunikatif dan konstruktif.

“Meskipun dilakukan daring, prosesnya berjalan efektif dan penuh dialog. Semua pihak diberi ruang untuk menunjukkan bukti-bukti kerja akademik kami,” tambahnya.

Menanggapi jalannya visitasi, Aisyah menyampaikan bahwa asesmen lapangan secara daring dilaksanakan dengan cukup intensif dan menyeluruh.

“Alhamdulillah, proses visitasi berjalan dengan lancar. Dimulai pukul 10.00 hingga 19.30 WIT. Asesmen diawali dengan sesi tanya jawab bersama pimpinan dan prodi, dilanjutkan wawancara dengan tim LPPM, keuangan, dosen, tendik, hingga mahasiswa,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah asesmen selesai, asesor menyerahkan berita acara untuk ditelaah dan dikoreksi bila perlu sebelum ditandatangani.

“Kami diberi kesempatan membaca dan mencermati setiap poin penilaian sebelum disahkan oleh asesor. Ini menjadi bagian penting dari transparansi dalam asesmen,” tambahnya.

Tantangan dalam proses ini pun tidak ringan. Salah satunya, menurut Aisyah, adalah dokumentasi hasil evaluasi yang belum optimal.

“Evaluasi memang dilakukan rutin melalui rapat, tapi sayangnya belum seluruhnya terdokumentasi dalam bentuk laporan. Ini menjadi pelajaran penting ke depan,” ujarnya.

Irwan juga menyoroti pentingnya peningkatan aktivitas Tri Dharma dosen sebagai masukan dari asesor.

Baca Juga :  Pembimas Buddha Ajak ASN Kemenag Papua Jaga Disiplin dan Netralitas Jelang PSU

“Dosen bukan hanya dituntut mengajar, tetapi juga aktif meneliti dan mengabdi. Ini menjadi catatan penting untuk pengembangan ke depan,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Aisyah menambahkan bahwa LPM telah menyusun strategi bersama LPPM untuk mendampingi dosen meningkatkan publikasi.

“Ke depan kami akan melaksanakan program pembinaan untuk dosen, agar jumlah publikasi penelitian dan pengabdian bisa meningkat,” ungkapnya.

Dalam asesmen ini, mitra kerja sama juga menjadi indikator penilaian penting. Prodi Psikologi UM Papua tercatat menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi seperti Polda Papua, Badan Narkotika Nasional, serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak.

Terkait dampak akreditasi terhadap mahasiswa, Aisyah menjelaskan bahwa hasil akreditasi sangat penting bagi legalitas lulusan.

“Tahun ini adalah tahun keempat sejak berdirinya Prodi Psikologi, dan akan ada lulusan angkatan pertama. Dengan akreditasi ini, lulusan kami akan memiliki pegangan yang sah dan dapat bersaing di dunia kerja,” jelasnya.

Menanggapi pentingnya akreditasi, Irwan menegaskan bahwa proses ini adalah langkah strategis menuju penguatan mutu akademik.

“Kami berharap hasil akreditasi segera keluar agar kami bisa segera menyelenggarakan wisuda angkatan pertama dengan dasar legal yang kuat,” katanya.

Akhirnya, baik Wakil Rektor I maupun Prodi berharap akreditasi ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Prodi Psikologi UM Papua sebagai satu-satunya program studi psikologi yang ada di Jayapura.

“Sebagai satu-satunya Prodi Psikologi di Papua, tentu harapan kami agar hasil asesmen ini membawa peringkat akreditasi yang lebih baik. Ini penting untuk memberikan jaminan mutu bagi masyarakat,” jelasnya.

Irwan selaku Kepala Program Studi Psikologi menyampaikan harapannya agar Program Studi Psikologi UM Papua ke depan dapat menjadi prodi yang unggul di Tanah Papua, melalui peningkatan kuantitas dan kualitas secara berkelanjutan.

“Harapan kami tentu menjadikan prodi ini unggul di Tanah Papua dengan peningkatan kuantitas dan kualitas secara berkelanjutan,” pungkas Irwan.

Berita Terkait

Ketua Klasis Port Numbay Dorong Penguatan Kemandirian Gereja dan Kepedulian Sosial di Tahun 2026
Kakanwil Kemenag Papua: Guru adalah Pilar Pendidikan yang Tak Tergantikan
BMP Papua gelar diskusi 4 Pilar Kebangsaan perkuat semangat nasionalisme pemuda
Kampung Skouw Mabo Gelar Sosialisasi Kebangsaan, Warga Antusias Terima Bantuan Presiden
Ondoafi Skouw Sae Ajak Warga Perkuat Persatuan Lewat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan
Pendeta MPA Mauri Serukan Persaudaraan dan Tolak Aksi yang Ganggu Kamtibmas
Perkuat Persatuan, Kepala Suku Sibi Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kayo Pulau
BMP dan Masyarakat Adat Nafri Galang Persatuan Lewat Sosialisasi Kebangsaan

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 09:23 WIB

Ketua Klasis Port Numbay Dorong Penguatan Kemandirian Gereja dan Kepedulian Sosial di Tahun 2026

Selasa, 25 November 2025 - 09:32 WIB

Kakanwil Kemenag Papua: Guru adalah Pilar Pendidikan yang Tak Tergantikan

Senin, 10 November 2025 - 16:18 WIB

BMP Papua gelar diskusi 4 Pilar Kebangsaan perkuat semangat nasionalisme pemuda

Jumat, 7 November 2025 - 15:57 WIB

Kampung Skouw Mabo Gelar Sosialisasi Kebangsaan, Warga Antusias Terima Bantuan Presiden

Jumat, 7 November 2025 - 15:11 WIB

Ondoafi Skouw Sae Ajak Warga Perkuat Persatuan Lewat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya