JAYAPURA, PAPUATERDEPAN.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, menerima kunjungan Juru Bicara (Jubir) Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus, di ruang kerjanya, Jumat (5/12/2025).
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dengan Kemenag dalam pembangunan bidang keagamaan pasca-pelantikan Gubernur Papua yang baru.
Usai pertemuan, Muhammad Rifai Darus menyatakan bahwa diskusi tersebut membahas berbagai hal strategis. Salah satu poin utama adalah penguatan moderasi beragama sebagai fondasi keharmonisan di Bumi Cenderawasih.
“Papua adalah rumah besar bagi semua agama. Kerukunan umat beragama dan pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama,” ujar Rifai.
Menurutnya, sinergi yang kuat diperlukan untuk memastikan kondusivitas dan pembangunan karakter masyarakat Papua yang majemuk tetap terjaga.
Agendakan Pertemuan dengan Gubernur
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi pembuka jalan untuk audiensi resmi dengan Gubernur Papua yang direncanakan berlangsung pekan depan.
“Pertemuan ini menjadi pintu awal untuk audiensi resmi dengan Bapak Gubernur bersama para tokoh agama. Kita ingin menyampaikan langsung segala kebutuhan dan dinamika pelayanan umat beragama di Papua,” terang Klemens.
Klemens merinci, dalam audiensi nanti akan dibahas sejumlah agenda krusial, mulai dari dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan hingga rencana kegiatan pemuda lintas agama tingkat provinsi. Kegiatan kepemudaan ini diharapkan mendapat dukungan penuh Pemprov sebagai upaya merawat toleransi sejak dini.
Rencananya, audiensi tersebut tidak hanya dihadiri oleh pihak Kemenag, tetapi juga melibatkan Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Papua, serta para tokoh agama dan pejabat terkait.
“Kemenag Papua siap bersinergi dengan pemerintah daerah guna memperkuat pelayanan keagamaan serta pembangunan karakter masyarakat Papua yang damai, inklusif, dan berkeadaban,” pungkas Klemens.









