MIMIKA,Papuaterdepan.com – Penantian panjang selama 18 tahun umat Buddha di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya terbayar lunas. Vihara Bodhi Mandala kini resmi berdiri tegak sebagai pusat peribadatan dan pembinaan mental spiritual.
Peresmian yang berlangsung pada Sabtu (29/11/2025) ini menjadi momen bersejarah, dihadiri oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran, serta pimpinan Sangha Agung Indonesia.
Ketua Panitia Pembangunan, Steven Tan, mengungkapkan rasa harunya. Menurutnya, vihara ini adalah buah dari perjalanan panjang penuh keyakinan dan semangat gotong royong lintas pihak yang dirintis sejak belasan tahun lalu.
“Ini perjalanan panjang, penuh keyakinan dan cinta. Vihara ini lahir dari semangat menghadirkan tempat ibadah yang teduh, layak, dan mampu mentransformasi umat menjadi pribadi yang membawa kedamaian,” ujar Steven.
Simbol Persaudaraan Kemanusiaan
Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, mengapresiasi kedewasaan umat Buddha Mimika yang telah menaati regulasi pendirian rumah ibadah sesuai Peraturan Bersama Menteri (PBM) Tahun 2006.
Dalam sambutannya, Klemens menyampaikan pesan toleransi yang kuat. Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi sekat dalam kehidupan sosial.
“Kita mungkin tidak bersaudara dalam iman, tetapi dalam kemanusiaan kita harus bersaudara. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” tutur Klemens.
Ia juga menjelaskan bahwa meski Provinsi Papua Tengah telah terbentuk, Kemenag Papua masih memberikan pelayanan administratif hingga struktur organisasi baru resmi beroperasi. Tercatat, Kemenag telah menyalurkan bantuan bertahap senilai lebih dari Rp 800 juta sepanjang 2023–2024 untuk mendukung pembangunan vihara tersebut.
Pusat Kebajikan
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kebebasan beribadah. Ia berharap Vihara Bodhi Mandala tidak sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan sumber terang kebajikan.
“Vihara ini adalah sumber terang, tempat nilai-nilai kebajikan dan harmoni bertumbuh,” kata Emanuel.
Senada dengan itu, Ketua Sangha Agung Indonesia (SAGIN), Bhikkhu Khemmacaro Mahasthavira, mengingatkan umat Buddha di Mimika untuk terus berkontribusi bagi bangsa meski jumlah mereka minoritas.
“Jadikan vihara ini tempat belajar Dharma dan membangun kepedulian sosial. Kerukunan baik internal umat, antarumat, maupun dengan pemerintah harus terus dijaga,” pesannya.









