JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Perjalanan 21 tahun Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua dimaknai dengan optimisme baru menuju transformasi kelembagaan. Hal ini tercermin dalam kegiatan jalan santai di Jembatan Merah, Jayapura, Sabtu (15/11/2025), yang menjadi simbol soliditas sivitas akademika.
Kepala Biro AUAK IAIN Fattahul Muluk Papua, Abdul Hafid Jusuf, mengungkapkan visinya agar kampus ini segera beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Kuncinya terletak pada prinsip “BERSATU”—Sinergi, Akuntabilitas, Terpercaya, dan Unggul.
“Dengan spirit BERSATU, kita ingin seluruh sivitas akademika bergerak bersama. Kita optimis IAIN dapat menjadi pusat pengembangan cendekiawan Islam yang memberi nilai tambah bagi SDM Papua,” ujar Hafid, Senin (17/11/2025).
Senada, Guru Besar IAIN Fattahul Muluk Papua, Idrus Alhamid, menyoroti pentingnya relevansi lembaga di mata publik. Menurutnya, IAIN yang dirintis sejak 2004 telah menunjukkan kemajuan signifikan, namun tantangan ke depan menuntut inklusivitas.
“IAIN tidak boleh eksklusif. Publik melihat kualitas non-akademik, bukan hanya indeks prestasi. Kita harus memunculkan wajah Islam moderat yang berpadu harmonis dengan kearifan lokal Papua,” tutur Idrus.
Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Marwan Sileuw, menegaskan bahwa fondasi dari semua visi besar tersebut adalah silaturahmi yang kuat. “Tanpa soliditas internal dan hubungan baik dengan mitra strategis, langkah menuju lembaga yang lebih baik akan sulit tercapai,” tutupnya.(Rilis)









