Kemenag: jemaah haji disiapkan tenda khusus kerajaan

- Redaksi

Kamis, 5 Juni 2025 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepan.com, Makkah,-Sebanyak 1.392 jemaah haji Indonesia dari kloter (kelompok terbang) campuran yabg baru tiba di Arafah hingga 9 Zulhijjah pagi. Mereka tidak mendapatkan ruang untuk tinggal di tenda Arafah.

Saat panas matahari semakin menyengat, kondisi jemaah perlu diselamatkan. Maka, atas koordinasi PPIH dengan pihak Saudi (Kementerian Haji dan al-Hai’ah al-Malakiyah), semua jemaah tersebut dibawa dan langsung diarahkan ke tenda-tenda khusus kerajaan, dan mendapat berbagai fasilitas untuk menenangkan jemaah.

“Lokasi tenda-tenda tersebut masih berada di dalam area Arafah sehingga mereka dapat melaksanakan Wukuf dengan sempurna,” tegas Ketua Mustasyar Diny Daker Makkah, Oman Fathurahman, yang langsung melakukan diskusi dengan sebagian anggota Mustasyar Diny di Arafah, Kamis (5/6/2025).

Baca Juga :  Menteri Bahlil investasi di Raja Ampat tetap menjaga pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan

Menurut Oman Fathurahman, Otoritas Saudi memiliki skema rencana untuk langsung memberangkatkan jemaah ini dari Arafah menuju hotel-hotel tempat mereka tinggal di Mekkah setelah Magrib dengan melintasi di Muzdalifah. Oleh karenanya dipandang perlu ada penjelasan terkait tahapan ibadah yang perlu dilakukan.

1. Jemaah haji ini telah sempurna melaksanakan wukuf di Arafah, sesuai sabda Nabi bahwa al-hajju ‘Arafah: haji itu adalah Arafah.

2. Jemaah haji ini akan melewati Muzdalifah tanpa turun dari bus dan langsung menuju hotel. Jemaah haji bisa mengambil pendapat bahwa mabit di Muzdalifah adalah sunnah.

3. Setelah cukup istirahat di hotel, mulai jam 00.00 WAS, jemaah sudah bisa melaksanakan thawaf ifadah, sai, dan bercukur (tahallul awwal). Setelah tahallul awal, Jemaah boleh melakukan segala larangan ihram, kecuali hubungan suami istri.

Baca Juga :  BAZNAS Kota Jayapura Perkuat Akuntabilitas, Laporan Program Jayapura Cerdas Diserahkan ke Kemenag

4. Mengingat jarak hotel jemaah cukup jauh ke Mina, jemaah haji ini disarankan untuk tidak memaksakan diri mabit di Mina, dan mengambil pendapat bahwa mabit di mina adalah sunnah.

5. Sedangkan untuk lempar junrah Aqabah tanggal 10 Zulhijah dan Jumrah hari-hari tasyrik, dapat diwakilkan kepada kolega yang berada di sekitar jamarat.

6. Dengan mengikuti skema ini, maka seluruh rangkaian ibadah jurmaah haji ini sudah dinyatakan selesai sebagai tahallul tsani, dan dianggap sah tanpa harus membayar Dam.**(Rilis)

Berita Terkait

BNNP Papua Larang Pegawai Nge-vape, Cairan Berpotensi Narkotika Jadi Ancaman
Tertib KTP di Jayapura, Wali Kota Tegaskan Pelayanan Gratis dan Tanpa Tekanan
Prajurit Yonif TP 810/BEM Dampingi Anak Kampung Sosiri Belajar, Persit Berbagi Perlengkapan Sekolah
Tak Hanya Jaga Keamanan, Prajurit Yonif TP 810/BEM Perkuat Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama
Jaga Rasa Aman Warga, Prajurit Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru
LMA dan Yonif TP 910 Rangkul Pemuda Burmeso, Persatuan dan Budaya Jadi Pesan Utama
Barisan Merah Putih Papua Tengah Gaungkan Nasionalisme, Pemuda Nabire Diajak Jangan Lupakan Sejarah
Gelar Seminar Kebangsaan di Nabire, Barisan Merah Putih Ajak Pemuda Rawat Sejarah Bangsa

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:12 WIB

BNNP Papua Larang Pegawai Nge-vape, Cairan Berpotensi Narkotika Jadi Ancaman

Senin, 2 November 2026 - 10:24 WIB

Tertib KTP di Jayapura, Wali Kota Tegaskan Pelayanan Gratis dan Tanpa Tekanan

Senin, 2 November 2026 - 09:36 WIB

Prajurit Yonif TP 810/BEM Dampingi Anak Kampung Sosiri Belajar, Persit Berbagi Perlengkapan Sekolah

Minggu, 1 November 2026 - 12:36 WIB

Tak Hanya Jaga Keamanan, Prajurit Yonif TP 810/BEM Perkuat Persaudaraan Lewat Ibadah Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Jaga Rasa Aman Warga, Prajurit Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya