Jayapura, Papuaterdepan – Perum Bulog Kantor Wilayah Papua memperkuat pengawasan dan penyerapan hasil panen petani dengan menerjunkan petugas langsung ke lapangan, khususnya di wilayah sentra produksi seperti Kabupaten Merauke.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengatakan langkah ini merupakan strategi untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
Ia menjelaskan, petugas yang ditempatkan di lapangan tidak hanya berfungsi sebagai pemantau, tetapi juga menjadi penghubung antara Bulog dengan petani serta mitra penggilingan.
“Kami ingin memastikan setiap hasil panen petani bisa terdata dan terserap dengan baik, sehingga tidak ada yang terjual di bawah harga yang seharusnya,” ujarnya, di Jayapura, Jumat (24/4/2026).
Menurut Mustari, wilayah Merauke menjadi prioritas penempatan petugas karena merupakan daerah dengan produksi padi terbesar di Papua. Kehadiran petugas di lokasi panen diharapkan mampu mempercepat proses pembelian gabah maupun beras oleh Bulog.
Selain itu, petugas juga berperan dalam mengidentifikasi potensi kendala di lapangan, mulai dari kualitas hasil panen, kesiapan penggilingan, hingga distribusi ke gudang penyimpanan.
Dengan sistem pemantauan langsung ini, Bulog dapat mengambil langkah cepat apabila terjadi penurunan harga atau hambatan distribusi yang dapat merugikan petani.
“Kalau ada persoalan di lapangan, bisa langsung ditangani. Ini bagian dari upaya kami agar petani mendapat kepastian pasar,” katanya.
Mustari menambahkan, pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya Bulog untuk memperpendek rantai distribusi, sehingga petani tidak terlalu bergantung pada perantara yang kerap membeli dengan harga lebih rendah.
Bulog Papua, lanjutnya, akan terus mengoptimalkan peran petugas lapangan sebagai ujung tombak dalam mendukung keberhasilan program penyerapan sekaligus menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah.
Dengan langkah tersebut, diharapkan penyerapan hasil panen di Papua dapat berjalan lebih efektif, harga tetap stabil, dan kesejahteraan petani semakin meningkat.(Redaksi)









