Dinas Pendidikan Jayapura Tahan Gaji 6 Guru yang Mangkir Bertahun-tahun

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura mengambil langkah tegas dengan menahan gaji enam guru yang diketahui tidak pernah masuk kerja dalam waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara sepihak, melainkan berdasarkan aturan kepegawaian yang berlaku. Ia mengungkapkan, para guru tersebut telah beberapa kali dipanggil dan diingatkan, namun tidak menunjukkan perubahan.

“Saya sudah ingatkan berkali-kali. Ada enam guru yang gajinya kami tahan karena tidak pernah masuk, bukan hanya hitungan hari atau bulan, tapi sampai tahun,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menceritakan salah satu kejadian ketika seorang guru datang meminta agar gajinya dibuka blokirnya. Namun, menurutnya, yang bersangkutan tidak menunjukkan sikap disiplin, termasuk dalam hal berpakaian yang tidak sesuai ketentuan sebagai ASN.

Baca Juga :  Tokoh Pemuda Rafael Toarekeyau: Orang Papua Ingin Perubahan

“Datang minta buka blokir, tapi tidak menunjukkan sikap menghargai aturan. Cara berpakaian saja tidak sesuai. Ini kan menjadi contoh yang tidak baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemblokiran gaji bukan keputusan pribadi, melainkan konsekuensi dari pelanggaran disiplin ASN. Bahkan, ia menyebut ada kasus lain di mana hingga delapan ASN diberhentikan, yang juga merupakan bagian dari penerapan aturan, bukan kebijakan individu.

Baca Juga :  Merajut Persaudaraan, Panitia Natal Kemenag Papua Berbagi Kasih Lintas Iman di Jayapura

“Ini bukan saya yang buat-buat. Semua ada aturan kepegawaian. Kalau melanggar, pasti ada sanksinya,” katanya.

Meski demikian, ia tetap mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menjadikan hal ini sebagai pembelajaran bersama. Disiplin dan kepatuhan terhadap aturan, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pendidikan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga tata usaha di sekolah, khususnya di SMA Negeri 2 Jayapura, yang selama ini tetap menunjukkan dedikasi dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

“Saya percaya sebagian besar guru di sini rajin dan bertanggung jawab. Mari kita jaga bersama, supaya sekolah ini semakin baik,” tutupnya.(Redaksi)

Berita Terkait

Kemenag Papua Siap Cetak Prototipe ‘Kota Wakaf’ demi Dongkrak Ekonomi Umat
Pendeta Yonas Sesalkan Gereja Jadi Lokasi Pemutaran Film Pesta Babi
Lewat Nobar dan Baksos, Keondoafian Waena Gaungkan Dukungan untuk Pembangunan Papua
BRI Papua Fokus Perkuat UMKM melalui Pembiayaan, Digitalisasi, dan Pendampingan Usaha
BRI Jayapura Gandeng Media Perluas Edukasi dan Akses Keuangan Masyarakat
Nobar Pancasila di Skouw Sae, Ondoafi Serukan Dukungan bagi Program Pemerintah
SMP Negeri 9 Jayapura Terapkan Ujian Berbasis CBT untuk Latih Siswa Hadapi AKM
Richard Ohee Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:04 WIB

Kemenag Papua Siap Cetak Prototipe ‘Kota Wakaf’ demi Dongkrak Ekonomi Umat

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:24 WIB

Pendeta Yonas Sesalkan Gereja Jadi Lokasi Pemutaran Film Pesta Babi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Lewat Nobar dan Baksos, Keondoafian Waena Gaungkan Dukungan untuk Pembangunan Papua

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:10 WIB

BRI Papua Fokus Perkuat UMKM melalui Pembiayaan, Digitalisasi, dan Pendampingan Usaha

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:45 WIB

BRI Jayapura Gandeng Media Perluas Edukasi dan Akses Keuangan Masyarakat

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya