Bulog Papua Pacu Penyerapan, Andalkan Produksi Papua Selatan

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Papua terus menggenjot penyerapan hasil panen petani guna memperkuat cadangan pangan, meski hingga April 2026 realisasinya masih berada pada tahap awal.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengatakan penyerapan beras yang telah dilakukan sejauh ini mencapai sekitar 1.678 ton atau sekitar enam persen dari target tahunan sebesar 27.000 ton.

Menurut dia, aktivitas serapan saat ini masih terkonsentrasi di wilayah Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke yang dikenal sebagai lumbung pangan di Tanah Papua.

“Produksi padi terbesar memang berada di wilayah selatan, sehingga penyerapan masih dominan di Merauke,” ujarnya, di Jayapura, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi geografis dan sebaran sentra produksi menjadi faktor utama yang mempengaruhi pola serapan Bulog di Papua. Karena itu, pihaknya menyesuaikan strategi dengan fokus pada daerah yang memiliki ketersediaan hasil panen.

Meski capaian di tingkat wilayah masih relatif rendah, Mustari menegaskan bahwa secara nasional kondisi cadangan pangan menunjukkan tren yang sangat positif. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai sekitar 5 juta ton.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Dorong Percepatan Struktur di Papua Selatan dan Pegunungan

“Ini menunjukkan upaya penguatan ketahanan pangan berjalan baik dan terus kita dorong,” katanya.

Bulog Papua pun optimistis target penyerapan dapat tercapai hingga akhir tahun. Ia menilai waktu yang masih panjang hingga Desember memberi peluang peningkatan serapan, terutama saat musim panen berlangsung lebih merata.

Selain beras, Bulog juga mulai memperluas penyerapan ke komoditas lain seperti jagung. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Namun, realisasi penyerapan jagung di Papua masih jauh dari target. Dari rencana sekitar 1.500 ton per tahun, serapan hingga kini belum menembus 100 ton.

Mustari menyebut rendahnya pasokan jagung untuk kebutuhan pakan ternak menjadi salah satu penyebab, karena sebagian besar petani masih memproduksi jagung untuk konsumsi langsung.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin Umar Soroti Kinerja Humas: Harus Proaktif, Jangan Tunggu "Api" Membesar

Di sisi lain, Bulog menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas serapan, terutama terkait perbedaan harga. Harga pembelian pemerintah berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, sementara harga pasar di sejumlah daerah bisa mencapai Rp13.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

“Perbedaan harga ini membuat petani memiliki pilihan untuk menjual ke pasar umum,” ujarnya.

Selain faktor harga, kendala distribusi juga menjadi perhatian. Tingginya biaya logistik dari wilayah produksi seperti Merauke ke daerah lain turut mempengaruhi efektivitas penyerapan.

Untuk mengantisipasi peningkatan produksi saat panen raya, Bulog telah menyiapkan langkah distribusi lanjutan dengan mengalihkan stok ke sejumlah wilayah lain seperti Jayapura, Biak, dan Sorong apabila kapasitas gudang di Merauke telah terpenuhi.

Dengan berbagai strategi tersebut, Bulog Papua berharap serapan hasil panen petani dapat terus meningkat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Papua.

Berita Terkait

Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua
Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis
Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027
Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik
Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif
Rakerda LPTQ Papua Sepakati Arah Baru Pembinaan Qurani dan Penguatan Kelembagaan
MTQ Papua Perkuat Peran Syarhil Al-Qur’an sebagai Media Dakwah Generasi Muda
BMP RI: Kasus Pembakaran Pesawat di Yahukimo Harus Diusut Hingga Tuntas

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 06:44 WIB

Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:21 WIB

Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIB

Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:32 WIB

Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:16 WIB

Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya