Jayapura, Papuaterdepan.com — Pegawai Muslim Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua menggelar pengajian rutin di Musala Al-Ikhlas, Senin (11/05/2026). Selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat keimanan dan menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan pelayanan kerja.
Agenda spiritual ini dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Kepala Bidang Pendidikan Islam (Kabid Pendis), pejabat fungsional, pejabat struktural, serta jajaran pegawai Muslim di lingkungan Kanwil Kemenag Papua.
Keutamaan Majelis Ilmu: Lebih Baik dari Seribu Rakaat Sunnah
Tausiyah pada pengajian kali ini disampaikan oleh Ustaz Mudatsir, S.Pd.I., M.Pd., seorang Penyuluh Agama Islam dari KUA Distrik Muaratami. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan para pegawai akan besarnya keutamaan meluangkan waktu untuk menuntut ilmu di tengah rutinitas kantor.
“Duduk sejenak di majelis ilmu, meskipun hanya sebentar, itu lebih baik daripada salat sunnah seribu rakaat. Maka berbahagialah kita yang rajin menghadiri majelis ilmu,” ungkap Ustaz Mudatsir.
Momentum Emas di Bulan-Bulan Hurum
Ustaz Mudatsir menjelaskan bahwa umat Islam saat ini tengah berada dalam siklus bulan-bulan mulia (asyhurul hurum), yang meliputi Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Bulan-bulan ini memiliki keistimewaan khusus di mana setiap amal ibadah akan diberikan ganjaran yang jauh lebih besar.
Berikut poin penting terkait pelipatan konsekuensi amal di bulan mulia:
Amal Kebaikan: Pahala dari salat sunnah, puasa sunnah, sedekah, dan pelayanan masyarakat akan dilipatgandakan nilainya oleh Allah SWT.
Perbuatan Maksiat: Sebaliknya, berbuat kezaliman, kemaksiatan, atau melalaikan tugas di bulan-bulan ini juga akan mendatangkan dosa yang dilipatgandakan.
“Pada bulan-bulan hurum ini, kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan. Namun ingat, dosanya pun ikut dilipatgandakan jika kita melakukan kemaksiatan. Oleh karena itu, mari kita menjaga diri dengan ketat,” tegasnya.
Stop Percaya ‘Bulan Sial’ dan Utamakan Panggilan Azan
Di hadapan para ASN Kemenag Papua, Ustaz Mudatsir juga menekankan pentingnya manajemen waktu antara kerja dan ibadah. Ia meminta agar seluruh pegawai segera menghentikan aktivitas pekerjaan begitu mendengar kumandang azan sebagai bentuk penghormatan atas panggilan Allah SWT.
Di akhir ceramahnya, sang ustaz meluruskan sebuah mitos atau pemahaman keliru yang masih sering berkembang di masyarakat mengenai adanya bulan-bulan tertentu yang dianggap membawa sial.
“Tidak ada istilah bulan sial dalam ajaran Islam. Justru bulan-bulan tersebut dimuliakan oleh Allah SWT. Maka, mari kita hilangkan keyakinan keliru tersebut dan menggantinya dengan fokus memperbanyak amal kebaikan, dimulai dari diri sendiri tanpa harus merasa paling benar,” pungkasnya.(Rilis)









