Kemenag Papua Gandeng Baznas dan LAZ, Siapkan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga pengelola zakat untuk menyukseskan program nasional “Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026” yang akan digelar bertepatan dengan 10 Muharam 1448 Hijriah.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta sejumlah organisasi pengelola zakat di Papua. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam memperluas manfaat program sosial bagi kelompok rentan, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas.

Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Papua, Rita Wahyuningsih, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan sosial yang bertujuan memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga zakat, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan momentum untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial. Karena itu dibutuhkan kerja sama semua pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya di Jayapura,Rabu (17/06/26).

Baca Juga :  Papua Selatan Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Cegah Stunting

Rita menjelaskan, program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan gerakan zakat dan wakaf yang terus didorong Kementerian Agama sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Selain penyaluran santunan, berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan juga tengah disiapkan. Mulai dari edukasi zakat dan wakaf, pelatihan keterampilan, bazar produk binaan, hingga pertunjukan seni yang melibatkan penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa anak yatim dan penyandang disabilitas tidak hanya diposisikan sebagai penerima bantuan, tetapi juga didorong untuk menjadi bagian aktif dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan.

“Konsep kegiatan yang disiapkan lebih inklusif dan memberdayakan. Kami ingin mereka ikut berpartisipasi dan menunjukkan potensi yang dimiliki,” katanya.

Selain itu, Kanwil Kemenag Papua juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat. Seluruh bantuan yang disalurkan diharapkan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan terdata dalam sistem pemerintah.

Baca Juga :  Kemenag Papua Gandeng Bank Mandiri dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan "Teras Zawa"

Menurut Rita, peran lembaga pengelola zakat sangat strategis dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Kanwil Kemenag Papua juga mendorong pemanfaatan momentum Bulan Wakaf Nasional untuk meningkatkan literasi wakaf di masyarakat, mempercepat sertifikasi tanah wakaf, serta mengembangkan program wakaf produktif yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami berharap kolaborasi yang dibangun hari ini tidak hanya sukses pada pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, tetapi juga menjadi langkah bersama dalam memperkuat pemberdayaan umat melalui zakat dan wakaf,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan Baznas Provinsi Papua, Rumah Zakat, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), LAZIS Muhammadiyah, LAZISKU Papua, Dompet Dhuafa, serta sejumlah mitra pengelola zakat lainnya.

Melalui sinergi lintas lembaga tersebut, Kementerian Agama Papua berharap program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.(Rilis)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban
Semangat Merah Putih Satukan Karyawan dan Siswa PKL Indografika-Bagaya di Pantai Hamadi
Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap
Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat
Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru
Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi
Merah Putih Menghiasi Mumugu, Satgas Yonif 300 dan Warga Rayakan HUT RI ke-81 dengan Gotong Royong

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Semangat Merah Putih Satukan Karyawan dan Siswa PKL Indografika-Bagaya di Pantai Hamadi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya