Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Pemuda Adat Tabi, Paulinus Ohee.

Tokoh Pemuda Adat Tabi, Paulinus Ohee.

JAYAPURA, Papuaterdepan.com– Dugaan penyanderaan terhadap sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendapat kecaman keras dari Tokoh Pemuda Adat Tabi, Paulinus Ohee.

Paulinus menilai dugaan tindakan tersebut telah melewati batas-batas kemanusiaan. Menurut dia, perempuan dan masyarakat sipil tidak seharusnya menjadi sasaran dalam setiap persoalan keamanan yang terjadi di Papua.

“Saya sangat menyayangkan dan mengutuk kejadian di Kabupaten Mimika, tepatnya di Distrik Jila, di mana ada penyanderaan terhadap sembilan wanita yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata,” kata Paulinus, Senin (24/8/2026).

Ia menegaskan, tindakan terhadap sembilan perempuan tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan biasa. Selain menyangkut keselamatan jiwa, kasus itu juga berkaitan dengan kehormatan dan martabat para korban.

Paulinus mengatakan perempuan merupakan bagian penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Karena itu, tindakan yang mengancam keselamatan maupun martabat perempuan harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.

“Menurut saya, ini tindakan yang sangat tidak manusiawi dan tidak terpuji,” ujarnya.

Ia menilai dugaan penyanderaan tersebut berpotensi meninggalkan trauma mendalam bagi para korban. Situasi demikian, kata dia, juga dapat menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, terutama keluarga yang tinggal di wilayah rawan konflik.

Baca Juga :  Tokoh Agama minta warga tidak terprovokasi berita bohong ditebarkan OPM

Paulinus menyoroti bahwa kekerasan terhadap perempuan bukan hanya persoalan keamanan, tetapi juga merupakan persoalan kemanusiaan yang harus menjadi perhatian bersama.

Menurut dia, siapa pun yang terlibat dalam aksi tersebut semestinya memahami bahwa masyarakat sipil memiliki hak untuk hidup aman tanpa ancaman kekerasan maupun intimidasi.

“Perbuatan tersebut sangat merusak harga dan martabat daripada para wanita tersebut,” katanya.

Karena itu, Paulinus meminta agar keselamatan sembilan perempuan yang disebut menjadi korban penyanderaan menjadi prioritas. Ia berharap aparat keamanan dan pihak terkait dapat segera memastikan kondisi mereka serta mengambil langkah sesuai ketentuan hukum.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan tindakan balasan yang justru dapat memperbesar persoalan dan menimbulkan korban baru.

Menurut Paulinus, kondisi keamanan di Papua membutuhkan pendekatan yang mengedepankan perlindungan masyarakat sipil. Setiap tindakan kekerasan terhadap warga, terlebih terhadap perempuan, dinilai hanya akan memperpanjang ketakutan dan menghambat terciptanya kehidupan yang damai.

Baca Juga :  Dua Madrasah di Wamena Kantongi Izin Operasional, Kemenag Papua Dorong Penguatan Pendidikan Islam

“Jangan sampai masyarakat sipil terus menjadi korban. Perempuan harus dilindungi dan martabat mereka harus dihormati,” tegasnya.

Paulinus selanjutnya mengajak tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyuarakan penghentian kekerasan terhadap masyarakat sipil.

Ia berpandangan bahwa masyarakat Papua membutuhkan suasana yang aman agar berbagai aktivitas dapat berjalan normal, termasuk pendidikan, pelayanan pemerintahan, kegiatan ekonomi, serta kehidupan sosial dan adat.

“Kami sangat mengutuk tindakan keji yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Paulinus berharap dugaan kasus tersebut dapat segera ditangani secara menyeluruh dan tidak berkembang menjadi persoalan baru yang merugikan masyarakat.

Ia juga meminta agar informasi mengenai kejadian di Jila disampaikan secara terbuka dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak memicu keresahan maupun informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat.

“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Kita semua harus menjaga agar perempuan dan warga sipil tidak lagi menjadi korban kekerasan,” kata Paulinus.(Rilis)

Berita Terkait

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga
SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura
Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura
Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Jayapura Ajak ASN Pisahkan Urusan Pribadi dan Kedinasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:36 WIB

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura

Rabu, 2 September 2026 - 08:16 WIB

Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya