Polemik Wakil Bupati Nduga Memanas, Massa Papua Desak Kemendagri Turun Tangan

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Papuaterdepan.com – Polemik pengisian jabatan Wakil Bupati Nduga kembali mencuat. Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Papua Se-Jabodetabek mendatangi Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta Pusat, Kamis (23/7), untuk menyampaikan keberatan atas proses pencalonan Anggota DPR RI Paulus Ubruangge sebagai calon Wakil Bupati Nduga.

Dalam aksi tersebut, massa meminta pemerintah pusat meninjau kembali seluruh tahapan pencalonan yang telah dilakukan. Mereka menilai proses tersebut perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun polemik di tengah masyarakat Papua Pegunungan.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Papua Se-Jabodetabek, Yan Piet Sada, mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menginginkan proses pengisian jabatan publik berjalan sesuai aturan dan menghormati mandat rakyat.

“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Yang kami perjuangkan adalah kepastian hukum, transparansi, dan penghormatan terhadap suara rakyat yang telah diberikan melalui pemilu,” ujarnya saat berorasi di depan Gedung Kemendagri.

Baca Juga :  Awali Pekan dengan Ibadah Oikumene, ASN Kemenag Papua Diingatkan Makna Kasih Agape

Forum tersebut menyoroti Putusan Mahkamah Konstitusi terkait Pasal 426 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur mengenai pengunduran diri calon legislatif terpilih. Menurut mereka, putusan tersebut perlu menjadi perhatian dalam proses pengisian jabatan Wakil Bupati Nduga.

Massa aksi mempertanyakan bagaimana nasib mandat masyarakat Papua Pegunungan yang telah diberikan kepada Paulus Ubruangge melalui Pemilu Legislatif apabila yang bersangkutan beralih menduduki jabatan Wakil Bupati Nduga.

Selain itu, forum juga meminta penjelasan terbuka mengenai proses verifikasi administrasi yang dilakukan Panitia Khusus DPRK Nduga. Mereka menilai publik berhak mengetahui dasar hukum yang digunakan dalam setiap tahapan pencalonan guna memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Diduga Bebas Keluar Masuk Lapas, Narapidana di Merauke Aniaya Warga

Dalam pernyataan sikapnya, massa menyampaikan lima tuntutan kepada Kemendagri, yakni menghormati Putusan Mahkamah Konstitusi, mengevaluasi proses pencalonan Wakil Bupati Nduga, membuka dasar hukum verifikasi calon kepada publik, menjamin proses pengisian jabatan berjalan sesuai konstitusi, serta menghormati mandat rakyat Papua Pegunungan yang telah diberikan melalui pemilu.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Usai berorasi, perwakilan massa menyerahkan dokumen aspirasi kepada perwakilan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri untuk ditindaklanjuti.

Forum berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap aspirasi yang disampaikan demi menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Nduga.(Rilis)

Berita Terkait

Yonif TP 810/Bemare Gelar Ngobras, Pererat Silaturahmi dengan Warga Doyo Lama
Layani Warga Kampung Sosiri, Yonif TP 810/BEM Gelar Pengobatan Gratis
Dialog Adat Pemuda Damai Papua, Billy Kreeuw Tekankan Pentingnya Toleransi
Pemuda Yoka Nyatakan Sikap Tolak Kekerasan, Serukan Papua Tetap Damai
Yonif TP 810/BEM Perkuat Keamanan di Doyo Baru, Patroli Jadi Sarana Dekatkan Diri dengan Masyarakat
Dari Lapangan Sekolah di Sentani, Yon TP 810 Bangun Karakter Generasi Muda Papua
Pengurus BMP Mamberamo Raya Dilantik, Siap Kawal Program Pembangunan
Kemenag Supiori Perkuat Pendampingan Pasien Melalui Pelayanan Rohani

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Yonif TP 810/Bemare Gelar Ngobras, Pererat Silaturahmi dengan Warga Doyo Lama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Layani Warga Kampung Sosiri, Yonif TP 810/BEM Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Dialog Adat Pemuda Damai Papua, Billy Kreeuw Tekankan Pentingnya Toleransi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Pemuda Yoka Nyatakan Sikap Tolak Kekerasan, Serukan Papua Tetap Damai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Keamanan di Doyo Baru, Patroli Jadi Sarana Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya