Jayapura,Papuaterdepan.com– Ondofolo Kampung Yoka, David Riki Mebri, mengecam keras aksi penembakan yang menewaskan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Ia menilai tindakan tersebut merupakan perbuatan tidak berperikemanusiaan yang telah merenggut nyawa warga tak bersalah serta mencederai upaya menjaga kedamaian di Tanah Papua.
Peristiwa itu terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat aksi penembakan yang diklaim dilakukan kelompok TPNPB-OPM pimpinan Kopitua Heluka.
David mengatakan duka yang dirasakan keluarga korban juga menjadi duka seluruh masyarakat Papua. Menurutnya, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik apa pun.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Tiga warga sipil telah kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan yang tidak dapat dibenarkan. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang harus menjadi perhatian bersama,” ujar David Riki Mebri di Jayapura, Rabu (29/7/2026).
Ia menegaskan bahwa aksi penembakan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menciptakan rasa takut di tengah masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan yang selama ini terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat Papua.
“Aksi seperti ini hanya membawa penderitaan bagi rakyat. Masyarakat Papua membutuhkan kedamaian, bukan kekerasan. Karena itu kami mengecam keras penembakan terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” tegasnya.
David juga meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, langkah tegas dan profesional diperlukan untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjamin keamanan masyarakat.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang pascainsiden tersebut. Warga diminta tetap menjaga persatuan, memperkuat solidaritas antarsesama, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta kondusif di Papua.
“Jangan biarkan aksi kekerasan memecah persaudaraan yang selama ini kita bangun. Mari bersatu menjaga keamanan, menghormati nilai kemanusiaan, dan mewujudkan Papua yang damai untuk generasi mendatang,” pungkasnya.(Redaksi)









