Jayapura,Papuaterdepan.com – Setiap orang memiliki waktu dan prosesnya sendiri untuk melihat hasil dari perjuangan yang dilakukan. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam ibadah awal pekan bagi pegawai beragama Kristen di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Senin (31/8/2026).
Ibadah yang berlangsung di Ruang Doa Immanuel itu dipimpin Pendeta I Made Agustinus dari Bidang Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Papua. Renungan disampaikan berdasarkan Roma 12:11-12 dengan penekanan pada pentingnya ketekunan, pengharapan dan kesetiaan dalam menjalankan tugas.
Pdt. Made mengatakan, seseorang dapat kehilangan semangat ketika usaha yang dilakukan belum menghasilkan sesuatu sesuai harapan. Situasi tersebut dapat semakin berat ketika pekerjaan yang dikerjakan tidak memperoleh apresiasi atau merasa tidak ada pihak yang memperhatikan.
Namun, kondisi itu menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti memberikan yang terbaik.
Ia mengajak para ASN melihat pekerjaan bukan semata-mata sebagai rutinitas kedinasan, melainkan sebagai bentuk pelayanan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Segala sesuatu yang kita lakukan untuk Tuhan, di manapun, itulah yang disebut melayani Tuhan,” katanya.
Menurut Pdt. Made, pesan Rasul Paulus agar kerajinan tidak menjadi kendor memiliki relevansi kuat dengan kehidupan ASN. Tugas yang dipercayakan harus tetap dikerjakan dengan sungguh-sungguh, meskipun dalam pelaksanaannya terdapat berbagai hambatan.
Ia mengibaratkan seseorang yang kehilangan arah seperti orang yang berlari di atas treadmill. Tenaga telah dikeluarkan, tetapi tidak membawa seseorang menuju tujuan apabila tidak mengetahui arah yang hendak dicapai.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memiliki tujuan, pengharapan dan dasar iman dalam menjalani setiap proses kehidupan.
Jangan Menunggu Masalah Baru Berdoa
Pdt. Made juga mengingatkan ASN agar tidak menjadikan doa sebagai jalan terakhir ketika menghadapi persoalan.
Menurutnya, hubungan dengan Tuhan harus dibangun secara terus-menerus, bukan hanya ketika seseorang berada dalam kesulitan.
“Doa itu seperti bernapas. Kalau kita tidak memiliki hubungan dengan Tuhan, itu artinya kita akan mengalami krisis kerohanian,” ujarnya.
Ia menilai kekuatan spiritual penting bagi ASN karena tugas pelayanan kepada masyarakat tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Ada situasi yang membutuhkan kesabaran, keteguhan dan kemampuan untuk tetap menjalankan tanggung jawab di tengah tekanan.
Dalam renungannya, Pdt. Made juga mengangkat kisah Yusuf sebagai gambaran tentang kesetiaan dalam menjalani proses. Yusuf mengalami berbagai persoalan sebelum akhirnya memperoleh pengangkatan pada waktu yang dianggap tepat.
Kisah tersebut, kata dia, mengajarkan bahwa hasil perjuangan tidak selalu datang dalam waktu yang cepat.
Karena itu, ia meminta pegawai tidak membandingkan perjalanan hidup dan kariernya dengan orang lain yang mungkin lebih dahulu mencapai keberhasilan.
“Bapak-Ibu dan Saudara punya musim tersendiri. Semua kita punya musim berbuahnya,” katanya.
Pesan itu sekaligus menjadi ajakan agar ASN tetap fokus menjalankan tugas tanpa menjadikan penghargaan atau pengakuan manusia sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Kerjakan yang Dipercayakan
Pdt. Made menegaskan, setiap pekerjaan yang dilakukan dengan ketulusan dan tanggung jawab memiliki nilai di hadapan Tuhan. Karena itu, pegawai diminta tidak mudah kehilangan motivasi hanya karena hasil yang diharapkan belum terlihat.
Ia mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga semangat pelayanan dan menjadikan setiap pekerjaan sebagai kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
“Semangat kita jangan melemah. Tetap nyalakan semangat kita di dalam Tuhan, di dalam Roh Tuhan, dan tetap menyala dalam setiap tugas dan aktivitas kita,” pesannya.
Ia kemudian menutup renungan dengan pesan agar doa dan tindakan berjalan bersama.
“Doakan apa yang kita kerjakan dan kerjakan apa yang kita doakan,” ujarnya.
Ibadah awal pekan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Papua Tony Deny Sahertian dan Kepala Bidang Pendidikan Kristen Yokbed Griapon.
Kegiatan rutin itu menjadi bagian dari pembinaan rohani pegawai sekaligus momentum untuk membangun kesiapan mental dan spiritual ASN sebelum menjalankan tugas pelayanan pada pekan yang baru.(Rilis)









