Jayapura,Papuaterdepan.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Gema Selawat Kebangsaan yang digelar bersamaan dengan pengajian rutin pegawai muslim Kanwil Kemenag Papua di Musala Al-Ikhlas, Jayapura, Senin (31/8/2026).
Mengangkat tema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia”, kegiatan diisi dengan pembacaan Kitab Dala’il al-Khayrat yang dipimpin Ustaz Imam Rochimi.
Para pegawai muslim mengikuti pembacaan selawat dalam suasana khidmat. Rangkaian tersebut menjadi sarana untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian, persaudaraan dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Papua, Muslimin Yelipele, mengatakan rasa syukur atas kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kontribusi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut dia, kondisi bangsa yang aman dan tenteram merupakan nikmat yang harus dijaga bersama.
“Ketika negara berada dalam keadaan aman dan tenteram, masyarakat dapat menjalankan kehidupan dengan rasa aman dan damai. Ini bagian dari rasa syukur kita sebagai bangsa dan masyarakat,” katanya.
Muslimin mengatakan Kementerian Agama berupaya mengambil bagian dalam menjaga nilai tersebut melalui pendekatan keagamaan.
Karena itu, Gema Selawat Kebangsaan di lingkungan Kemenag Papua menjadi salah satu cara untuk memadukan penguatan kehidupan religius dengan semangat kebangsaan, terutama dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Selawat menjadi wujud rasa syukur sekaligus semangat kebangsaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembacaan Dala’il al-Khayrat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kandungan selawat di dalamnya diharapkan dapat mendorong umat untuk semakin mengenal, mencintai dan meneladani Rasulullah SAW.
Ustaz Imam Rochimi sebelum memimpin pembacaan kitab juga mengingatkan peserta agar mengikuti kegiatan dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan.
Ia berharap lantunan selawat yang dilakukan bersama menjadi bagian dari doa untuk keselamatan bangsa.
“Kita memohon kepada Allah SWT agar negeri ini senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan,” katanya.
Pembacaan Dala’il al-Khayrat selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap selama delapan hari. Pegawai diberikan kesempatan untuk melanjutkan pembacaan secara mandiri sebelum mengikuti khataman bersama.
Ketua Tim Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag Papua, Puji Rahayu, mengatakan rangkaian tersebut diharapkan diikuti dengan kesungguhan oleh seluruh pegawai muslim.
Ia menyebut pembacaan dimulai secara bersama-sama pada hari pertama. Selanjutnya, pegawai dapat melanjutkan pembacaan secara mandiri hingga pelaksanaan khataman bersama yang dijadwalkan pada Senin, 7 September 2026.
“Mari kita mengikuti pembacaan kitab ini dengan hikmah, menghadirkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, sekaligus memohon keberkahan dan rahmat Allah SWT bagi diri kita, keluarga dan bangsa,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui keteladanan akhlak, kepedulian terhadap sesama serta menjaga persaudaraan.
Bagi keluarga besar Kanwil Kemenag Papua, semangat tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya merawat kerukunan dan persatuan, sehingga Papua dan Indonesia senantiasa berada dalam suasana damai, aman dan penuh keberkahan.(Rilis)









