Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAPPI — Banjir setinggi 1,3 meter yang merendam Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi, Kabupaten Mappi, selama berbulan-bulan meninggalkan kerusakan serius pada fasilitas pendidikan. Kini, madrasah tersebut berharap perhatian dan dukungan pemerintah untuk membangun kembali sarana belajar yang lebih layak.

Kepala MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi, Sidarsini, menyampaikan kondisi tersebut saat menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, Kamis (20/8/2026).

Sidarsini mengatakan banjir yang terjadi sejak Juni hingga Desember 2025 membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah terganggu selama kurang lebih enam bulan.

“Dari Juni 2025 sampai Desember, selama enam bulan kurang lebih banjir itu setinggi 130 sentimeter. Kami harus belajar di serambi masjid, di garasi, dan menumpang dua kelas di TK Ma’arif yang sama-sama dalam naungan Kemenag,” ujarnya.

Fasilitas Sekolah Rusak

Setelah banjir surut, persoalan tidak langsung selesai. Sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan, mulai dari lantai, dinding hingga meja dan kursi yang digunakan siswa.

Kondisi tersebut membuat pihak madrasah berharap adanya renovasi serta pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB).

Baca Juga :  Diutus Prabowo, Menag Terbang ke Mesir Bahas Pembukaan Cabang Al-Azhar dan Isu Ekoteologi

Sidarsini mengungkapkan, sejak MI Ma’arif berdiri pada 2012, madrasah tersebut belum pernah memperoleh bantuan pembangunan RKB dari Kementerian Agama.

“Selama kami beroperasi dari tahun 2012 belum pernah dapat RKB dari Kemenag. Yang ada adalah swadaya dan dukungan APBD. Harapan kami kunjungan beliau ini membawa angin segar berupa RKB karena kami selama ini terdampak banjir,” katanya.

Tidak hanya ruang kelas, madrasah juga membutuhkan ruang kantor, laboratorium, akses internet serta dukungan listrik.

Kebutuhan tenaga pendidik turut menjadi perhatian. Saat ini, guru yang mengajar di MI Ma’arif berasal dari dukungan pemerintah daerah melalui APBD serta tenaga dari Kementerian Pendidikan.

“Kami baru punya guru dari Pemda, APBD, dari Kemendikbud untuk mengajar di MI. Harapan kami sangat besar terhadap Kakanwil dengan kunjungan beliau. Harapan kami semua apa yang menjadi keluhan kami ini dapat terjawab,” ucap Sidarsini.

Kemenag Papua Siapkan Aspirasi ke Pusat

Menanggapi kondisi tersebut, Kakanwil Kemenag Papua Klemens Taran mengatakan pihaknya akan membawa data dan aspirasi madrasah tersebut ke Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Baca Juga :  Kemenag: Survei Kepuasan Jemaah haji 2025 ukur Kepuasaan penyelengaraan Haji

Ia berharap dokumen dan data yang disampaikan dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi.

“Kita berharap dengan dokumen atau data yang akan kami sampaikan, teman-teman di Direktorat yang menangani bagian ini dapat memberi perhatian,” kata Klemens.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua, M. Muzakir Asso, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan madrasah tersebut.

Menurutnya, MI Ma’arif akan diupayakan masuk dalam perhatian bantuan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

“Kami insyaallah berkomitmen dengan usulan yang disampaikan itu akan kami perjuangkan. Untuk mengatasi gedung sekolah yang sering terdampak banjir akan kita pikirkan solusinya,” ujar Muzakir.

Kondisi MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi menjadi gambaran tantangan pendidikan di wilayah yang rentan terdampak banjir. Dukungan pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya memulihkan kerusakan yang ada, tetapi juga menghadirkan fasilitas belajar yang lebih aman dan mampu menunjang kegiatan pendidikan dalam jangka panjang.(Rilis)

Berita Terkait

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap
Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat
Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi
Merah Putih Menghiasi Mumugu, Satgas Yonif 300 dan Warga Rayakan HUT RI ke-81 dengan Gotong Royong
Lomba 17 Agustus hingga Tarian Adat Warnai Perayaan HUT RI di Aurimi Sarmi
Dari Kenyam untuk Indonesia, Satgas Yonif 300/Brajawijaya Gelar Upacara dan Lomba Rakyat
Merah Putih Berkibar di Yamo, Anak-Anak Papua Tunjukkan Semangat Kemerdekaan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya