Diutus Prabowo, Menag Terbang ke Mesir Bahas Pembukaan Cabang Al-Azhar dan Isu Ekoteologi

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Papuaterdepan.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertolak ke Kairo, Mesir, pada Minggu (18/1/2026). Keberangkatannya ini membawa mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan dua agenda strategis di kancah internasional.

Agenda pertama adalah menjajaki kerja sama pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia. Sementara agenda kedua, Menag dijadwalkan menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam seminar internasional tentang ekoteologi di Universitas Al-Azhar.

“Akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia, sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim,” ujar Menag Nasaruddin Umar sesaat sebelum keberangkatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Solusi untuk Mahasiswa Asia Tenggara dan Beban Mesir

Menag menilai, pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Tanah Air dapat menjadi solusi yang sangat efektif, khususnya bagi mahasiswa asal Asia Tenggara. Selama ini, mereka harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai tantangan regional untuk bisa menimba ilmu di Mesir.

Baca Juga :  Menag sebut potensi Zakat dan Wakaf sangat besar

“Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” tuturnya.

Langkah strategis ini tidak hanya memperluas akses pendidikan Islam, tetapi juga dinilai dapat membantu meringankan beban Mesir. Menag menjelaskan bahwa kondisi Mesir saat ini sedang menghadapi kelebihan kapasitas (overloaded).

“Selain menanggung pengungsian dalam jumlah besar, jumlah mahasiswa internasional di sana juga terus meningkat, sementara beban ekonominya berat,” urai Menag.

Gagasan ini rupanya disambut positif oleh dunia internasional. Menurut Menag, rencana pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia telah mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat, seperti Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania.

Adapun skema kerja sama yang tengah dibahas mencakup beberapa model, mulai dari dual degree, joint faculty, hingga model pendidikan langsung yang menghadirkan tenaga pengajar dari Universitas Al-Azhar.

Bawa Suara Ekoteologi Indonesia ke Mimbar Al-Azhar

Baca Juga :  Halal Bihalal Kemenag Kota Jayapura 1447 H: Perkuat Kerukunan Lintas Iman

Selain urusan ekspansi pendidikan, kehadiran Menag di Universitas Al-Azhar juga untuk memenuhi undangan resmi sebagai keynote speaker dalam seminar internasional bertema ekoteologi.

Dalam forum tersebut, Menag akan membawakan pandangan Indonesia mengenai pendekatan keagamaan dalam pelestarian lingkungan hidup.

“Atas izin Bapak Presiden, ada undangan yang sangat terhormat yang diberikan kepada kita sebagai keynote speech di dalam seminar internasional tentang ekoteologi,” ungkapnya.

Menag menjelaskan, perhatian dunia terhadap konsep ekoteologi yang diusung Indonesia kian menguat. Isu pelestarian lingkungan berbasis agama ini sebelumnya juga telah digaungkan dalam forum lintas agama di Vatikan, dan mendapat respons yang sangat positif dari para pemimpin agama dunia.

“Dianggap paling representatif untuk bicara ekoteologi saat ini adalah Indonesia,” tegas Menag.

Melalui lawatan ini, diharapkan posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global semakin kuat, sekaligus memperluas jangkauan diplomasi pendidikan dan keagamaan Indonesia di mata dunia.(Rilis)

Berita Terkait

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama
Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi
Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru
Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan
PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai
PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan
Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga
BMP RI dan Pemkot Jayapura Turun Tangan Pulihkan Wai Mhorock Pascabanjir, 150 Paket Sembako Disalurkan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:51 WIB

Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya