Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Kerukunan antarumat beragama di Papua dinilai masih terpelihara dengan baik. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat muncul di tengah masyarakat, termasuk paparan paham ekstrem melalui ruang digital.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, menegaskan pentingnya memperkuat pengawasan dan koordinasi lintas lembaga untuk menjaga suasana damai tersebut.

Hal itu disampaikan Klemens saat menghadiri Rapat Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Provinsi Papua di Aula Kejaksaan Tinggi Papua, Jumat (28/8/2026).

Rapat yang dipimpin unsur Kejaksaan Tinggi Papua tersebut diikuti perwakilan Kanwil Kemenag Papua, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi masyarakat dan keagamaan serta TNI.

Menurut Klemens, forum PAKEM memiliki peran penting sebagai ruang pertukaran informasi untuk mengetahui perkembangan kehidupan keagamaan sekaligus mendeteksi potensi persoalan sebelum berkembang menjadi konflik.

“Pengawasan ini dilakukan supaya Kejaksaan paling tidak mendapatkan informasi dan data apakah suasana rukun ini hanya di permukaan saja sementara di bawah, di akar rumput ada terjadi gejolak,” kata Klemens.

Ia mengatakan, kehidupan umat beragama di Papua hingga kini masih berlangsung dalam suasana damai dan rukun. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan yang harus dipertahankan bersama.

Klemens bahkan mencontohkan pengalaman saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Boven Digoel. Di daerah tersebut, ia menemukan fasilitas ibadah umat Islam berupa musala dan masjid yang dibangun berdampingan dengan Gereja Katolik, bahkan berada di atas tanah milik gereja.

Baca Juga :  126 PPPK Paruh Waktu Kemenag Papua Masuk Tahap Pengalihan ke Penuh Waktu

Bagi Klemens, situasi tersebut menjadi gambaran bahwa toleransi antarumat beragama telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat Papua.

Namun, kerukunan tidak cukup hanya dijaga melalui simbol-simbol toleransi. Menurutnya, seluruh pihak harus terus memantau kondisi di lapangan dan segera merespons jika muncul indikasi yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.

Kewaspadaan Diperluas ke Dunia Digital

Dalam rapat tersebut, perhatian juga diarahkan pada potensi paparan paham terorisme di lingkungan pendidikan.

Klemens menyampaikan adanya informasi dari Densus 88 mengenai indikasi paparan paham terorisme yang menyentuh anak-anak, termasuk peserta didik di sekolah dasar dan sekolah keagamaan.

Salah satu pintu masuk yang menjadi perhatian adalah penggunaan perangkat digital tanpa pengawasan yang memadai.

“Kita telah mendapatkan masukan dan saran berkenaan dengan begitu leluasanya anak-anak di ruang belajar di sekolah menggunakan gadget tanpa ada kontrol,” ujarnya.

Klemens menyebut informasi yang diterima pihaknya menunjukkan sekitar 20 siswa di Papua mulai terpapar paham tersebut.

Meski demikian, informasi itu menurutnya perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dan pembinaan agar penanganannya dilakukan secara tepat serta mengutamakan perlindungan terhadap anak.

Kanwil Kemenag Papua bersama Densus 88 akan memperkuat komunikasi untuk menentukan langkah pembinaan dan penanganan dalam waktu dekat.

PAKEM Jadi Ruang Pencegahan

Kepala Seksi Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan Kejaksaan Tinggi Papua, Asenly L. Kambuaya, yang mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, mengatakan rapat PAKEM merupakan bagian dari upaya menjaga kerukunan sekaligus stabilitas keamanan di Papua.

“Ini adalah upaya kami untuk menjaga agar di wilayah Provinsi Papua khususnya kerukunan umat beragama tetap terjaga,” ujar Asenly.

Baca Juga :  Pemprov Papua Nilai HAB ke-80 Kemenag Pererat Kebersamaan

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama memiliki kaitan erat dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, potensi gangguan harus dapat dikenali dan dicegah sedini mungkin.

Forum PAKEM juga menjadi ruang bagi lembaga dan organisasi terkait untuk menyampaikan informasi mengenai dinamika kehidupan keagamaan di Papua.

Sekolah Diminta Jadi Ruang Aman

Klemens menilai pengawasan terhadap penggunaan teknologi di kalangan anak perlu menjadi perhatian bersama. Perkembangan digital memberikan banyak manfaat bagi pendidikan, tetapi pada saat yang sama membuka akses terhadap berbagai informasi yang belum tentu sesuai bagi peserta didik.

Karena itu, pencegahan tidak cukup dilakukan setelah anak terpapar. Penguatan literasi digital, pengawasan penggunaan gadget, pembinaan keagamaan serta komunikasi antara sekolah dan keluarga dinilai menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Kemenag Papua bersama Densus 88 dan pemangku kepentingan lainnya akan terus berkoordinasi untuk memperkuat pembinaan di lingkungan pendidikan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga sekolah tetap menjadi ruang belajar yang aman, ramah dan mendukung perkembangan peserta didik.

Klemens menegaskan, menjaga Papua tetap damai membutuhkan kerja bersama. Kerukunan yang telah tumbuh di tengah masyarakat harus dipertahankan, sementara potensi ancaman terhadap kehidupan sosial dan keagamaan harus dicegah sejak dini.

Dengan penguatan koordinasi melalui Tim PAKEM, Kemenag berharap kehidupan umat beragama di Papua tetap berlangsung dalam suasana toleran, aman dan harmonis serta mampu menjadi fondasi bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Rilis)

Berita Terkait

Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan
Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua
Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban
126 PPPK Paruh Waktu Kemenag Papua Masuk Tahap Pengalihan ke Penuh Waktu
Jelang Maulid Nabi, Pegawai Kemenag Papua Diajak Hidupkan Akhlak Rasulullah
Maulid Nabi 1448 H, Menag Nasaruddin Umar Dorong Akhlak Jadi Kekuatan Bangun Peradaban
Semangat Merah Putih Satukan Karyawan dan Siswa PKL Indografika-Bagaya di Pantai Hamadi
Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Jelang Maulid Nabi, Pegawai Kemenag Papua Diajak Hidupkan Akhlak Rasulullah

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya