JAYAPURA,Papuaterdepan.com– Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Majelis Taklim Al-Ikhlas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua mengajak pegawai muslim memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui peningkatan ibadah dan penerapan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut mengemuka dalam pengajian rutin pegawai muslim yang berlangsung di Musala Al-Ikhlas, Jayapura, Senin (24/8/2026). Pengajian diisi tausiah dan doa oleh Ustaz Imam Rochimi dari Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua.
Dalam kajiannya, Imam mengajak jemaah menjadikan pengajian sebagai ruang untuk melakukan evaluasi diri, bukan sekadar memenuhi agenda rutin.
Ia mengambil pelajaran dari Surah Al-Fath ayat 29 yang menggambarkan sejumlah karakter Rasulullah SAW dan para sahabat, termasuk keteguhan iman, kasih sayang serta kesungguhan dalam beribadah.
Menurut Imam, keteguhan akidah harus menjadi dasar seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Namun, keteguhan tersebut tidak boleh menghilangkan sikap menghormati dan menyayangi orang lain.
“Perbedaan bahasa, suku, dan berbagai perbedaan lainnya tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk saling menyayangi dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga keikhlasan. Amal baik yang telah dilakukan tidak semestinya terus diungkit sebagai jasa pribadi, sementara kesalahan masa lalu perlu menjadi bahan untuk melakukan introspeksi.
Imam menilai perubahan setelah beribadah menjadi salah satu indikator penting dari kualitas keagamaan seseorang.
“Yang lebih penting adalah bagaimana setelah salat ada perubahan dalam amal perbuatan kita,” katanya.
Siapkan Rangkaian Maulid Bersama
Setelah tausiah, pengajian dilanjutkan dengan pembahasan persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan dilaksanakan secara serentak mengikuti arahan Kementerian Agama RI.
Ketua Tim Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag Papua, Puji Rahayu, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya melibatkan pegawai Kemenag, tetapi juga berbagai unsur umat Islam.
Keluarga, penyuluh agama, penghulu, Kantor Urusan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, madrasah hingga pondok pesantren diharapkan dapat mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Salah satu agenda yang dibahas ialah khataman Dalail Al-Khairat, kitab yang memuat rangkaian selawat dan doa kepada Nabi Muhammad SAW.
Puji mengatakan pembacaan kitab tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama dengan membagi bagian bacaan kepada peserta.
“Kami sudah merencanakan tanggal 31 untuk mengadakan Maulid di musala ini. Ternyata waktunya bertepatan dengan arahan dari Kemenag Pusat,” kata Puji.
Teknis pelaksanaan, termasuk pembagian bacaan dan mekanisme khataman, masih akan disusun agar seluruh pegawai dapat berpartisipasi.
Bukan Sekadar Peringatan
Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua, Muslimin Yelipele, mengatakan peringatan Maulid Nabi harus memberikan dampak terhadap kehidupan umat.
Ia mengajak pegawai menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan memperkuat keteladanan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
“Kita secara pribadi menjadi suri teladan untuk keberkahan kita masing-masing, tetapi ini juga merupakan bagian dari kedinasan,” ujarnya.
Muslimin meminta seluruh jajaran mengikuti arahan pelaksanaan Maulid dari Kementerian Agama pusat, sementara teknis kegiatan akan disesuaikan dan dibahas bersama.
Ustaz Imam Rochimi menambahkan bahwa Dalail Al-Khairat pada dasarnya merupakan kumpulan selawat Nabi. Karena materi bacaannya cukup panjang, pembacaan dapat dilakukan bertahap dengan membagi sejumlah hizib kepada jemaah.
Rangkaian kegiatan Maulid Nabi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembacaan selawat dan tausiah, tetapi mampu mendorong perubahan nyata dalam perilaku.
Nilai keikhlasan, kasih sayang, persaudaraan, kedisiplinan beribadah dan keteladanan Rasulullah SAW diharapkan semakin tercermin dalam kehidupan pegawai Kemenag Papua, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun tempat.(Rilis)









