Tolikara Siapkan Desa Kerukunan, Tokoh Agama Didorong Jadi Penjaga Perdamaian

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOLIKARA,Papuaterdepan.com — Pemerintah Kabupaten Tolikara mendorong pembentukan dua Desa Kerukunan sebagai langkah konkret memperkuat toleransi sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam dialog lintas agama yang digelar di Gedung Gereja GIDI Lama, Tolikara, 11 Agustus 2026. Forum itu mempertemukan pemerintah daerah, Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta aparatur sipil negara.

Bupati Tolikara Willem Wandik menilai kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum keagamaan, tetapi perlu diwujudkan melalui program yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Salah satunya melalui rencana menghadirkan dua Desa Kerukunan yang diharapkan menjadi ruang bersama bagi masyarakat dengan latar belakang agama dan komunitas yang berbeda untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Dialog tersebut mengangkat tema **“Merajut Kerukunan di Tanah Injil, Peran Tokoh Agama Menjaga Perdamaian Tolikara.”**

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran mengatakan tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menjaga ketenangan masyarakat. Menurut dia, pemimpin keagamaan tidak hanya berperan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk merawat persaudaraan.

Baca Juga :  26 Tahun Mengabdi, Gabriel Rettobyaan Tinggalkan Jabatan Kakankemenag Mimika

Dalam kesempatan itu, Klemens menyerahkan **Piagam Penghargaan Tokoh Pemelihara Kerukunan** kepada Bupati Tolikara sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap upaya membangun kehidupan masyarakat yang rukun.

Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama Luksen Jems Mayor menegaskan perdamaian harus dibangun secara bersama-sama, terutama dengan melibatkan para pemimpin agama.

Ia menekankan tiga nilai yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat, yakni **cinta Tuhan, cinta sesama, dan cinta lingkungan**.

Menurut Luksen, nilai tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun masyarakat yang tidak hanya memiliki kehidupan keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu menghormati perbedaan dan menjaga lingkungan sosial.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Maikel Dandirwalu mengatakan dialog lintas agama menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat sekaligus membangun komitmen bersama menjaga perdamaian.

Baca Juga :  Pengajian Pegawai Kemenag Papua Dorong ASN Tak Sekadar Baca Al-Qur’an, tapi Pahami Maknanya

Selain membahas kerukunan, rangkaian kunjungan Kementerian Agama juga diisi pembinaan bagi ASN di lingkungan Kemenag Tolikara.

Dalam pembinaan tersebut dibahas sejumlah persoalan internal, mulai dari kedisiplinan dan administrasi pegawai hingga pengelolaan tenaga kerja. Kementerian Agama juga menyampaikan bahwa pembiayaan bagi pegawai paruh waktu masih dalam pembahasan pemerintah.

Pembahasan lainnya mencakup penerapan sistem penggajian berbasis web melalui mekanisme satu pintu serta penguatan manajemen talenta. Di sisi lain, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan SIMPATIKA turut menjadi perhatian.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dialog seremonial. Pemerintah daerah dan Kementerian Agama mendorong agar kesepakatan yang lahir dari forum lintas agama diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat persaudaraan, mencegah konflik, dan menciptakan lingkungan masyarakat Tolikara yang semakin damai.(Rilis)

Berita Terkait

Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama
Ondoafi Kasukuwe Ajak Generasi Muda Sarmi Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan
Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan
Peringati Sumpah Pemuda, Skouw Sae Gaungkan Persatuan dan Pelestarian Adat
Peringati Sumpah Pemuda, Tokoh Adat Yoka Dorong Generasi Muda Rawat Budaya dan Kebersamaan
Yonif TP 810/BEM Dorong Kemandirian Pangan Lewat Pelatihan Teritorial di Jayapura
Peringati Sumpah Pemuda, Kepala Suku Armati Ajak Generasi Muda Jaga NKRI
Ondoafi Sawar Tekankan Peran Pemuda dalam Menjaga Persatuan dan Membangun Papua

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Ondoafi Kasukuwe Ajak Generasi Muda Sarmi Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, Skouw Sae Gaungkan Persatuan dan Pelestarian Adat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Yonif TP 810/BEM Dorong Kemandirian Pangan Lewat Pelatihan Teritorial di Jayapura

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemuda Yoka Nyatakan Sikap Tolak Kekerasan, Serukan Papua Tetap Damai

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:51 WIB

Jangan Copy Ya