Jayapura, Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura, Ani Matdoan, meminta seluruh jajaran tidak berhenti pada pemenuhan disiplin kehadiran, tetapi menerjemahkan disiplin, integritas, dan tanggung jawab ke dalam kualitas kerja serta pelayanan kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Ani saat memimpin apel rutin Senin di halaman Kantor Kemenag Kota Jayapura, Senin (24/8/2026). Apel diikuti pejabat pengawas, pejabat fungsional, ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan tenaga honorer.
Ani mengatakan, apel awal pekan harus menjadi bagian dari pembentukan budaya kerja. Kehadiran pegawai, menurutnya, merupakan bentuk komitmen terhadap tugas sekaligus penghargaan terhadap waktu.
“Komitmen itu bagian daripada bagaimana kita menggunakan waktu dengan baik, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Namun, Ani menegaskan bahwa disiplin tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kehadiran. Nilai budaya kerja Kementerian Agama yang meliputi integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan harus benar-benar tercermin dalam pekerjaan setiap pegawai.
Ia meminta nilai tersebut tidak sekadar menjadi slogan yang dibacakan dalam berbagai kegiatan, tetapi menjadi pedoman ketika pegawai mengambil keputusan dan menjalankan tugas.
“Kalau sudah di hati, kita bisa praktikkan. Integritas itu bagian daripada komitmen, disiplin, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Ani kemudian mengaitkan budaya kerja tersebut dengan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, masyarakat datang ke kantor pemerintah membawa kebutuhan dan harapan yang harus ditangani secara profesional berdasarkan aturan.
Karena itu, ia meminta jajaran Kemenag Kota Jayapura memperkuat koordinasi, khususnya dalam menangani urusan administrasi dan hak-hak pegawai agar dapat diselesaikan secara tepat waktu.
Ia menyinggung masih adanya persoalan pembayaran sertifikasi bagi sebagian guru yang belum diterima hingga memasuki akhir bulan. Kondisi tersebut, kata Ani, harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh dibiarkan tanpa komunikasi maupun tindak lanjut yang jelas.
“Kehadiran kita di sini sebagai pelayan Tuhan dan juga sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, kita harus memahami kebutuhan dan harapan mereka serta memberikan pelayanan sesuai aturan dan tepat waktu,” jelasnya.
Selain pelayanan, Ani mengingatkan pegawai agar tidak menjadikan kepentingan atau selera pribadi sebagai dasar dalam melaksanakan pekerjaan. Setiap tindakan kedinasan harus mengacu pada aturan dan kewenangan yang telah ditetapkan.
Ia juga mendorong terciptanya hubungan kerja yang sehat antara pimpinan dan bawahan maupun sesama pegawai. Komunikasi yang terbuka dinilai penting untuk mencegah persoalan pekerjaan berkembang menjadi hambatan dalam pelayanan.
“Hubungan baik itu penting, apalagi kita orang Kementerian Agama. Keteladanan kita harus menjadi teladan bagi diri sendiri maupun orang lain,” katanya.
Di sisi lain, Ani meminta setiap pegawai lebih aktif menghasilkan inovasi dan meningkatkan kreativitas dalam menjalankan tugas. Setiap pekerjaan yang dilakukan harus dapat dipertanggungjawabkan dan tercermin dalam laporan kinerja.
Ia menekankan agar laporan tersebut disusun berdasarkan pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan, bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi.
“Setiap orang harus tahu apa yang sudah dilakukan dan apa yang sudah diperbuat, kemudian dituangkan dalam laporan kinerja masing-masing dengan tulus dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Melalui apel tersebut, Ani berharap jajaran Kemenag Kota Jayapura mampu membangun budaya kerja yang lebih disiplin, komunikatif, profesional, dan berintegritas. Pada akhirnya, penguatan budaya kerja tersebut diharapkan terlihat langsung melalui pelayanan yang semakin cepat, tepat, dan sesuai ketentuan.(Rilis)









