JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Lima rumah ibadah dari agama berbeda di Kota Jayapura menjadi sasaran gerakan kebersamaan yang digagas Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui Gerakan Bersih-Bersih Rumah Ibadah, jajaran Kemenag Kota Jayapura turun langsung melakukan penataan dan pembersihan lingkungan rumah ibadah, Jumat (14/8/2026).
Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 07.00 WIT dan menyasar Masjid Al-Ikhsan Kotaraja, Gereja GKI Pniel Kotaraja, Gereja Katolik Paroki Kristus Juru Selamat Kotaraja, Vihara Arya Dharma Skyline, serta Pura Agung Surya Bhuwana.
Bagi Kemenag Kota Jayapura, kegiatan itu tidak berhenti pada persoalan kebersihan. Ada pesan kebangsaan yang ingin disampaikan, yakni bahwa perbedaan agama tidak menghalangi masyarakat untuk bekerja bersama.
Pegawai Kemenag secara bergantian mendatangi rumah-rumah ibadah tersebut dan bergotong royong membersihkan lingkungan. Aktivitas itu menjadi ruang perjumpaan sekaligus memperkuat hubungan antarelemen masyarakat dalam suasana menjelang perayaan kemerdekaan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jayapura, Ani Matdoan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sederhana dari upaya merawat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Semangat dan antusiasme seluruh pegawai dalam kegiatan ini patut diapresiasi. Kita tidak hanya membersihkan rumah ibadah, tetapi juga membangun kebersamaan dan memperkuat kerukunan di tengah keberagaman,” ujar Ani.
Menurutnya, rumah ibadah memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi tempat umat menjalankan ibadah, keberadaannya dapat menjadi ruang yang menumbuhkan nilai kepedulian, persaudaraan, dan toleransi.
Karena itu, gerakan tersebut sengaja dilakukan di sejumlah rumah ibadah dengan latar belakang agama berbeda. Kegiatan itu sekaligus menunjukkan bahwa semangat gotong royong dapat melampaui batas-batas perbedaan.
Ani menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan juga memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai keagamaan. Kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap lingkungan.
“Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral kita. Ini sejalan dengan semangat ekoteologi,” katanya.
Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi contoh bahwa toleransi tidak hanya diwujudkan melalui dialog, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dilakukan bersama.
Di Kota Jayapura, keberagaman agama merupakan bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, ruang-ruang kebersamaan dinilai penting untuk terus diperbanyak guna memperkuat rasa saling menghormati dan menjaga suasana sosial tetap harmonis.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun dimanfaatkan Kemenag Kota Jayapura untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai salah satu nilai penting dalam kehidupan berbangsa.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag berharap kepedulian terhadap rumah ibadah dan lingkungan dapat terus berkembang, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Kota Jayapura.
Semangat kemerdekaan akhirnya tidak hanya diwujudkan melalui pengibaran bendera atau seremoni, tetapi juga melalui kerja bersama, saling menghormati, dan menjaga ruang kehidupan yang digunakan seluruh masyarakat.









