Jayapura,Papuaterdepan.con – Sebanyak 75 mama-mama Papua menerima bantuan beras dan bibit cabai yang dibagikan Kepala Suku Modouw, Korneles Gustav Modouw, dalam kegiatan bakti sosial memperingati Hari Tani Nasional di kawasan Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Kamis,(24/9).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong masyarakat kembali mengembangkan kebun-kebun kampung berbasis pangan lokal.
Korneles Gustav Modouw mengatakan Hari Tani Nasional menjadi momentum penting untuk mengingat kembali peran tanah, hutan, air, dan hasil bumi sebagai sumber kehidupan masyarakat Papua yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Tanah bukan sekadar tempat berpijak, tetapi warisan leluhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Menurut dia, keberadaan lumbung kampung menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Karena itu, pengembangan komoditas pangan lokal perlu terus didorong agar kampung mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.
Ia menjelaskan berbagai sumber pangan lokal seperti sagu, keladi, ubi, pisang, sayuran, cabai, ikan, dan hasil bumi lainnya memiliki potensi besar untuk menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kebun dan pengembangan pangan lokal, setiap kampung dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Korneles menilai pemberian bibit cabai kepada warga merupakan langkah nyata untuk menghidupkan kembali budaya berkebun di lingkungan masyarakat. Bibit tersebut diharapkan dapat ditanam dan dikembangkan sehingga memberi manfaat ekonomi maupun kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Menurut dia, bantuan yang diberikan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi awal bagi masyarakat untuk menanam, merawat, memanen, dan mengembangkan pangan secara mandiri.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat adat sebagai penggerak utama dalam pembangunan lumbung kampung. Pengetahuan leluhur mengenai tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air, kata dia, perlu terus dijaga serta dipadukan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Masyarakat adat harus menjadi penggerak utama dalam membangun lumbung kampung. Pengetahuan leluhur tentang tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air perlu dijaga dan dikembangkan bersama pengetahuan serta teknologi,” katanya.
Selain itu, generasi muda juga perlu dilibatkan dalam sektor pertanian agar kampung tidak kehilangan regenerasi petani dan mampu melahirkan inovasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
Korneles berharap semangat Hari Tani Nasional dapat mendorong masyarakat untuk terus menjaga tanah adat, mengembangkan pangan lokal, dan memperkuat kemandirian pangan dari tingkat kampung.
“Mari kita tanam bibit hari ini untuk memanen harapan di masa depan. Mari hidupkan lumbung kampung, perkuat pangan lokal, jaga tanah dan alam, serta wariskan kehidupan yang lebih baik kepada anak cucu. Pangan yang berdaulat dimulai dari kampung yang kuat,” katanya.(Naldo)









