JAYAPURA,Papuaterdepan.com— Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua diajak untuk mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan pengendalian diri dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Hal ini ditekankan sebagai bagian dari penguatan integritas moral di tengah dinamika lingkungan kerja yang kompleks.
Pesan tersebut mengemuka dalam Ibadah Oikumene yang digelar di Aula Sasana Krida Bhakti Kanwil Kemenag Papua, Kota Jayapura, Senin (17/11/2025). Kegiatan yang rutin digelar sebagai wadah pembinaan rohani ini dihadiri oleh jajaran pejabat administrator, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Penyuluh Agama Kristen Kanwil Kemenag Papua, Melkianus Tefbana, yang memimpin ibadah tersebut, mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menghadapi potensi konflik. Merujuk pada teladan tokoh Daud dalam literatur kitab suci, ia menekankan bahwa integritas seseorang diuji pada saat mereka memiliki kesempatan untuk membalas keburukan, namun justru memilih jalan damai.
“Tindakan yang benar tidak ditentukan oleh kesempatan yang ada untuk membalas, tetapi oleh ketaatan pada nilai-nilai kebenaran. Kita harus mampu menjaga hati dan menguasai diri,” ujar Melkianus.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para abdi negara agar tidak terjebak dalam lingkaran permusuhan, terutama di lingkungan kerja yang sangat dinamis. Sikap menahan diri dan tetap profesional meskipun menghadapi perlakuan negatif menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan instansi.
Ibadah ini menjadi salah satu instrumen Kanwil Kemenag Papua dalam membangun karakter ASN yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual. Melalui pendekatan ini, para pegawai diharapkan mampu menjadi katalisator perdamaian dalam pelayanan kepada umat beragama di wilayah Papua.(Rilis)









