Bantah Zakat untuk MBG, Kemenag Tegaskan Penyaluran Tetap Sesuai Syariat

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Papuaterdepan.com – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP), Thobib Al Asyhar, menepis isu terkait penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program tersebut.

Thobib memastikan bahwa seluruh dana zakat yang dihimpun wajib disalurkan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Hak para mustahik (penerima zakat) merupakan prioritas mutlak dalam tata kelola dana umat.

“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan,” tegas Thobib di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Peruntukan Zakat Hanya untuk Delapan Asnaf
Thobib menjelaskan bahwa zakat secara spesifik hanya diperuntukkan bagi delapan golongan (asnaf) sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an, Surat At-Taubah ayat 60. Kedelapan golongan tersebut meliputi:

Baca Juga :  Wamenag Romo Syafii Dukung Budaya Saling Memberi Saat Lebaran tanpa Minta THR

Fakir: Orang yang sama sekali tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Miskin: Orang yang memiliki pekerjaan namun hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Amil: Petugas yang ditetapkan secara sah sebagai pengelola zakat.

Muallaf: Orang yang baru memeluk agama Islam dan membutuhkan pembinaan atau bantuan.

Riqab: Hamba sahaya atau budak.

Gharimin: Orang yang berutang untuk kebutuhan halal dan kesulitan melunasinya.

Fisabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah.

Ibnu Sabil: Orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal.

Diatur Tegas dalam Undang-Undang
Selain berlandaskan Al-Qur’an, prinsip pendistribusian zakat juga dilindungi secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Pasal 25 dalam beleid tersebut mewajibkan zakat didistribusikan kepada mustahik sesuai syariat Islam. Sementara pada Pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian tersebut harus dilakukan berdasarkan skala prioritas, dengan mempertimbangkan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.

Baca Juga :  Lagu Koes Plus "Kolam Susu" tutup debat ketiga ,MARI-YO Tampil Bombastis

“Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” urai Thobib.

Pengelolaan Profesional dan Diaudit Berkala
Di akhir keterangannya, Thobib menggarisbawahi bahwa tata kelola zakat diawasi secara ketat untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu menunaikan kewajibannya.

“Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” pungkasnya.(Rilis)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya