papuaterdepan.com, Jayapura, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua menyalurkan 606 beasiswa pendidikan bagi pelajar SD, SMP, dan SMA/sederajat dari tujuh kabupaten/kota di Papua Raya. Penyaluran berlangsung di Aula BAZNAS Papua, Kota Jayapura, Rabu (20/8).
Ketua BAZNAS Papua, Edi Mirza, menyebut program tersebut sebagai langkah konkret memperluas akses pendidikan bagi anak-anak mustahik.
“Kami ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang generasi muda Papua meraih cita-citanya. Pendidikan adalah kunci keluar dari lingkaran kemiskinan,” kata Edi.
Selain program Papua Cerdas, BAZNAS Papua juga menjalankan Papua Makmur melalui bantuan modal usaha dan pendampingan kewirausahaan. Program ini diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat.
Penjabat (Pj.) Gubernur Papua yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, Triwarno Purnomo, memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS.
“Di tengah tantangan ekonomi yang berat, beasiswa ini memberi semangat baru. Kami berharap anak-anak penerima manfaat dapat terus belajar dengan tekun agar menjadi generasi Papua yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Papua, Pdt. Klemens Taran, S.Ag., menegaskan penyaluran beasiswa sejalan dengan arah kebijakan Kemenag melalui Asta Protas. Ia menyoroti khusus program prioritas ke-4, yakni menghadirkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi.
“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bagian dari Asta Protas untuk memastikan pendidikan inklusif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan pendidikan unggul dan ramah, kita menyiapkan generasi Papua untuk berkontribusi lebih luas bagi bangsa dan negara,” tegas Klemens.
Ia menambahkan, pendidikan yang unggul harus selaras dengan nilai keagamaan, kearifan lokal, serta mendorong kerukunan. “Inilah makna integrasi yang ingin dicapai Kemenag melalui Asta Protas,” katanya.
Acara penyaluran beasiswa turut dihadiri pengurus BAZNAS Papua, tokoh agama, pejabat pemerintah, orang tua, serta ratusan siswa penerima manfaat.









