Jayapura, Papuaterdepan.com – Upaya memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat terus didorong di Papua. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menjalin komunikasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Papua guna memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, bersama jajaran dengan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, di Jayapura, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan itu membahas berbagai langkah penguatan tata kelola zakat di Papua, termasuk peningkatan penghimpunan dana umat, penguatan kelembagaan BAZNAS daerah, hingga optimalisasi program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.
Rizaludin Kurniawan menjelaskan bahwa BAZNAS sebagai lembaga resmi negara memiliki mandat untuk mengoordinasikan pengelolaan zakat secara nasional agar berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dinilai sangat penting untuk memperluas jangkauan manfaat zakat bagi masyarakat.
Menurutnya, potensi zakat di Papua memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pendanaan sosial yang mampu membantu mengatasi berbagai persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pengelolaan zakat semakin kuat dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS RI juga menekankan pentingnya membangun sistem pengelolaan zakat yang terintegrasi, mulai dari proses penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan yang akuntabel. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.
Selain itu, zakat juga diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan melalui berbagai program produktif bagi mustahik.
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menyambut baik langkah penguatan sinergi tersebut dan mendukung berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dana sosial keagamaan yang lebih optimal.
BAZNAS RI berharap kepengurusan dan pengelolaan zakat di Papua dapat terus berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah pejabat pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, di antaranya Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Herman ICK, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Iman Djuniawal, Kepala Bagian Pertimbangan dan Rekomendasi Area II Romidi Karnawan, serta Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Rita Wahyuningsih.
Melalui kerja sama yang semakin erat antara BAZNAS dan Pemerintah Provinsi Papua, diharapkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih.(Rilis)









