Papuaterdepancom,Jayapura – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua menggelar kegiatan refresh kader Pos Sehat Penyakit Tidak Menular (PTM) di Balai Desa Holtekamp, Kota Jayapura, Sabtu, 23 Agustus 2025. Sebanyak 16 kader dari Pos Sehat Kampung Holtekamp dan Pos Sehat Kampung Koya Koso mengikuti kegiatan ini.
Koordinator LKC Dompet Dhuafa Papua, Tumijan mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan kader agar dapat meningkatkan kualitas serta efektivitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam pemeriksaan, penanganan, dan pencegahan PTM. Materi yang diberikan meliputi komunikasi efektif dalam pelayanan Posbindu dan lansia, serta teknik menyuluh kepada masyarakat.
“Kader Pos Sehat memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanganan PTM di masyarakat. Mereka memberikan edukasi tentang pola hidup sehat, melakukan deteksi dini melalui skrining, serta mendampingi warga dalam pengobatan dan kontrol rutin,” kata Tumijan.
Kepala Puskesmas Koya Barat, Theresia Patipeme, menyambut baik kegiatan ini. Menurut dia, pelatihan tersebut menambah pengetahuan kader sekaligus memperkuat pelayanan di lapangan.
“Sebagai petugas kesehatan, kami sangat bersyukur karena LKC Dompet Dhuafa bisa mengambil bagian dalam pelatihan untuk kader-kader kami. Dengan adanya pelatihan ini, pengetahuan kader semakin bertambah. Kami berharap pelayanan di posyandu bisa semakin baik ke depannya,” ujarnya.
Theresia menilai peran kader kesehatan sangat penting dalam menunjang pelayanan masyarakat. “Kadang ketika petugas datang agak terlambat, para kader sudah lebih dulu hadir di lokasi. Mereka menyiapkan ruangan, bahkan menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwa hari itu ada pelayanan posyandu. Jadi, kehadiran mereka sangat membantu kami,” katanya.
Salah satu peserta, Renata Yudin, kader Posyandu Lansia Teratai di Kampung Holtekamp, mengatakan motivasinya mengikuti pelatihan adalah untuk menambah ilmu dan wawasan dalam pelayanan. Ia menilai pelatihan yang diberikan Dompet Dhuafa sangat penting karena membantu kader memahami peran mereka dengan lebih baik.
Menurut Renata, salah satu keterampilan baru yang dipelajari adalah bagaimana menjadi penyuluh yang mampu berbicara di depan masyarakat sekaligus memimpin pelayanan di posyandu. “Kami melayani dengan hati, karena kami tahu tugas kami sebagai kader posyandu adalah membantu masyarakat di bidang kesehatan,” ujarnya.
Renata yang juga seorang majelis gereja dan ibu rumah tangga ini sudah mengabdi sebagai kader posyandu selama 13 tahun. Ia menegaskan meski menghadapi banyak tantangan, dirinya tetap setia mengabdi bagi masyarakat di kampung.









