JAYAPURA, Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di halaman kantor Kanwil Kemenag Papua, Selasa (25/11/2025).
Dalam amanatnya yang membacakan pidato Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Klemens menyoroti tantangan dunia pendidikan di era teknologi. Ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peran guru tidak akan pernah tergantikan.
“Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, peran guru tidak dapat digantikan. Pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, budi pekerti, dan karakter peserta didik,” ujar Klemens di hadapan para ASN dan pejabat administrator.
Mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali posisi guru sebagai pilar utama pembangunan karakter bangsa.
Lonjakan Peserta Sertifikasi 620 Persen
Selain isu karakter, Klemens juga memaparkan data konkret terkait komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru. Salah satu capaian signifikan adalah lonjakan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Kementerian Agama mencatat peningkatan drastis peserta PPG dari 41.000 orang pada periode 2023–2024, menjadi lebih dari 301.000 orang pada tahun 2025.
“Angka ini meningkat sekitar 620 persen, mencakup guru madrasah serta guru pada seluruh binaan Kemenag. Ini bentuk komitmen negara dalam menjamin pemerataan mutu pendidikan,” jelasnya.
Selain sertifikasi, pemerintah juga terus mendorong pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai upaya memberikan kepastian karier bagi para pendidik.
Kurikulum Cinta untuk Papua
Usai upacara, Klemens Taran memberikan pesan khusus bagi dunia pendidikan di Tanah Papua. Ia mengajak seluruh elemen untuk merenungi bahwa setiap profesi hebat lahir dari didikan seorang guru.
“Tanpa guru, kita tidak akan pernah bisa berdiri dan berkarya seperti hari ini. Apa pun profesinya, semua bersumber dari guru yang hebat,” ucap Klemens dengan emosional.
Ia juga menyinggung tentang “Asta Program Prioritas” Menteri Agama yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Klemens mendorong penerapan gagasan “Kurikulum Cinta” di sekolah-sekolah Papua sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan pendekatan yang humanis.
“Momentum ini memaksa kita agar perhatian terus diberikan, baik kepada guru di lembaga negeri maupun swasta. Ini sejalan dengan semangat memajukan pendidikan di Tanah Papua,” pungkasnya.(rilis)








