Papuaterdepan.com, Jayapura,-50 pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jayapura yang produknya telah bersertifikasi halal, mengikuti Launching Hari Ritel Nasional 2025 pada Kamis, (17/07/2025).
Dalam kegiatan ini, para UMKM yang diwakili oleh Manager Saga Group Papua, Harris Manuputty, berkesempatan untuk melakukan dialog dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Budi Santoso.
Launching Hari Ritel Nasional 2025 yang diikuti secara daring melalui zoom ini, memiliki tema “Kebangkitan Ritel Bertumbuh Bersama UMKM, Bergerak Ke Pasar Global”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Kemendag RI dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Mendag dalam sambutannya menekankan bahwa UMKM merupakan salah satu kekuatan ekonomi Indonesia yang harus terus ditumbuhkan melalui sektor ritel.
“Hari Ritel Nasional adalah momen penting untuk menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada skala besar, tetapi juga pada UMKM yang mampu tumbuh melalui sinergi dengan sektor ritel,” kata Mendag.
Mendag juga menyatakan dukungan penuh untuk hal tersebut, sehingga dengan jaringan distribusi yang inklusif dan berkelanjutan, produk-produk lokal Indonesia dapat bersaing ke skala global.
Dalam kesempatan ini, Harris Manuputty, Manager Saga Group Papua, mewakili 50 UMKM yang hadir berkesempatan berdialog dengan Mendag RI. Harris menyampaikan harga yang sudah sesuai standar nasional yang berlaku, kecuali harga beras dan minyak goreng yang masih melambung dari seharusnya.
Harris juga memperkenalkan 50 UMKM yang produknya didistribusikan di Saga, yang juga telah bersertifikasi halal berkat kerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Papua.
Mewakili Satgas PJPH Provinsi Papua, Sekretaris Satgas, Rita Wahyuningsih, yang juga Pembimbing Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, hadir dalam kegiatan ini membersamai Saga Group dan 50 UMKM halal. Rita menyatakan tema Hari Ritel Nasional ini menjadi sangat relevan dengan semangat Satgas PJPH Provinsi Papua.
“Keikutsertaan Satgas PJPH pada kegiatan ini adalah merupakan wujud kolaborasi lintas sektoral untuk mendorong UMKM, agar tidak hanya naik kelas, tetapi juga siap bersaing di pasar nasional dan global, melalui sertifikasi halal yang terjamin, aman, dan mudah diakses,” kata Rita.
Rita juga berkomitmen bahwa Satgas PJPH Papua akan terus memberikan pendampingan dan edukasi kepada pelaku UMKM di Provinsi Papua Raya, khususnya untuk menyambut kewajiban sertifikasi halal tahap kedua di tahun 2026 yang seluruhnya harus bersertifikasi halal. Rita juga mengupayakan agar Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) dapat segera memenuhi standar dengan merekrut lebih banyak pendamping-pendamping halal untuk memenuhi standar tersebut.**(Rilis)









