Keerom – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Keerom mulai dipersiapkan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom bersama pemerintah daerah dan berbagai organisasi keagamaan sepakat memperkuat koordinasi demi menyukseskan agenda tersebut.
Persiapan dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Keerom, Selasa (6/10/2026). Konsolidasi ini melibatkan Kepala Seksi Pendidikan dan Bimas Islam Kemenag Keerom Edi Abdul Kholiq, Wakil Bupati Keerom Daud, serta sejumlah pimpinan organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat.
Puncak peringatan HSN tingkat Kabupaten Keerom dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Keerom, Kampung Jaifuri, Distrik Arso.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, mulai dari kesiapan pelaksanaan, koordinasi kepanitiaan, hingga partisipasi madrasah, pondok pesantren, dan masyarakat.
Wakil Bupati Keerom Daud menilai keterlibatan berbagai pihak merupakan modal penting untuk menyukseskan peringatan Hari Santri. Ia mengapresiasi Kemenag Keerom yang membangun komunikasi bersama pemerintah daerah dan organisasi keagamaan sejak tahap persiapan.
Menurut Daud, Hari Santri memiliki arti lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak dapat bekerja sama sehingga rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.
Di sisi lain, Edi Abdul Kholiq mengingatkan pentingnya menjaga makna Hari Santri sebagai momentum mengenang perjuangan santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia mengatakan nilai perjuangan, nasionalisme, dan persatuan harus menjadi pesan utama dalam peringatan HSN tahun ini.
“Peringatan Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan keteladanan santri,” ujar Edi.
Ia juga menekankan perlunya persiapan yang matang serta keterlibatan seluruh lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Keerom agar peringatan tersebut dapat berjalan maksimal.
Konsolidasi ini turut dihadiri perwakilan MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, Dewan Masjid Indonesia, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Melalui keterlibatan lintas organisasi, Kemenag Keerom berharap HSN 2026 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga memperkuat kontribusi santri dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.(Rilis)









