JAYAPURA,Papuaterdepan.com— Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di halaman Kanwil Kemenag Papua, Selasa (25/11/2025). Upacara diikuti para pejabat administrator dan aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag Papua.
Dalam amanat yang dibacakannya, Kakanwil menyampaikan pesan Menteri Agama RI Nazaruddin, yang menekankan bahwa peringatan HGN merupakan bentuk penghormatan terhadap peran guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menag mengingatkan bahwa akar peringatan HGN bermula dari Kongres Guru Indonesia I pada 1942, yang melahirkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). “Semangat memajukan pendidikan sejak itu tidak pernah berhenti,” ujar Menag dalam sambutan tersebut.
Menag menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama pembangunan pendidikan. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, peran guru disebut tetap tidak tergantikan. Pendidikan, menurut dia, bukan hanya transfer pengetahuan, melainkan pembentukan karakter, akhlak, dan budi pekerti.
Tahun ini, peringatan HGN Kemenag mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, yang menempatkan guru sebagai inspirator dan pembentuk karakter generasi unggul. Pemerintah, lanjut Menag, berkomitmen meningkatkan mutu pendidik melalui kebijakan wajib sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru ASN dan non-ASN.
Kemenag mencatat lonjakan signifikan peserta PPG, dari 41.000 guru pada 2023–2024 menjadi lebih dari 301.000 guru pada 2025, atau meningkat sekitar 620 persen. Selain penguatan kompetensi, pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi kepada 588 guru, serta pengangkatan 520 tenaga honorer menjadi PPPK dalam tiga tahun terakhir.
Usai upacara, Kakanwil Klemens Taran menegaskan pentingnya menempatkan guru sebagai pusat transformasi pendidikan, khususnya di Papua. “Apa pun profesi kita hari ini, semuanya berawal dari guru. Karena itu, guru harus mendapat ruang dan penghargaan yang layak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kemenag mengemban dua tugas utama—layanan keagamaan dan layanan pendidikan—yang seluruhnya terkait erat dengan guru dan peserta didik. Menurut Kakanwil, perhatian terhadap guru sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama, yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pertimbangan penting, serta gagasan kurikulum cinta yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Papua.
Upacara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.(Rilis)









