JAYAPURA, Papuaterdepan.com — Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, melantik dan mengambil sumpah jabatan sepuluh Pejabat Fungsional Penghulu di lingkungan Kanwil Kemenag Papua, Senin (19/1/2026). Pelantikan berlangsung di Aula Sasana Krida Kanwil Kemenag Papua.
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 221925/MA/KP.07.6/12/2025, Nomor 222061/B.II/KP.07.6/12/2025, dan Nomor 22202/B.II/KP.07.6/12/2025.
Sebanyak delapan pejabat dilantik sebagai Penghulu jenjang Ahli Madya, yakni Burhanudin (KUA Distrik Muaratami, Kota Jayapura), Kamiran (KUA Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura), Muhammad Ilyas (KUA Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi), Abdul Harris (KUA Distrik Makimi, Kabupaten Nabire), Mardanus (KUA Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika), Muhammad Arif (KUA Distrik Merauke, Kabupaten Merauke), Rainuddin Difinubun (KUA Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke), dan Naufal (KUA Distrik Okaba, Kabupaten Merauke).
Sementara itu, dua pejabat lainnya dilantik sebagai Penghulu jenjang Ahli Pertama, yakni Abdul Manaf Rumadaul (KUA Distrik Muaratami, Kota Jayapura) dan Muhammad Hatta (KUA Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika).
Dalam arahannya, Klemens menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan bagian dari proses birokrasi yang sehat sekaligus langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme aparatur.
Menurut dia, sumpah jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk kepercayaan negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, khususnya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
“Pelantikan ini harus dimaknai sebagai amanah. Saudara-saudara memiliki tanggung jawab besar dalam pelayanan umat, sehingga disiplin, integritas, dan profesionalisme harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya orientasi kerja yang selaras dengan program prioritas Kementerian Agama, termasuk memperkuat kerukunan umat beragama, menumbuhkan nilai kemanusiaan, serta mengimplementasikan ekoteologi di wilayah kerja masing-masing.
Selain itu, para penghulu yang baru dilantik diminta menumbuhkan loyalitas terhadap institusi dan berkontribusi aktif dalam memperkuat peran Kementerian Agama di tengah masyarakat.
Menutup arahannya, Klemens mengingatkan bahwa tantangan pelayanan keagamaan ke depan semakin kompleks. Karena itu, ia mendorong para penghulu untuk terus mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kualitas diri agar mampu menjawab kebutuhan umat secara adaptif dan profesional.(Rilis)








