Jayapura,Papuaterdepan.com— Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Haji dan Bimbingan Masyarakat Islam menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Abepura, Kota Jayapura, Kamis (27/11/2025).
Rakor yang melibatkan seluruh penyelenggara haji dan umrah kabupaten/kota se-Papua ini difokuskan untuk memastikan kesiapan layanan bagi jamaah haji Papua, seiring adanya sejumlah perubahan regulasi, kebijakan, serta standar layanan pada musim haji 1447H.
Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas besar yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
“Tugas kita adalah melayani tamu-tamu Allah dengan sebaik-baiknya. Kita harus mempersiapkan seluruh kelengkapan dokumen dan layanan agar tidak ada kendala bagi jamaah haji Papua,” ujarnya.
Klemens menambahkan, meskipun terdapat wacana pemisahan kelembagaan Kementerian Haji di Indonesia, hingga saat ini seluruh layanan penyelenggaraan ibadah haji masih berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, sampai adanya regulasi resmi dari pemerintah.
Dalam arahannya, Kakanwil juga memaparkan dinamika terbaru penyelenggaraan haji, antara lain pengetatan standar kesehatan istitha’ah, verifikasi biometrik jamaah, serta penguatan sistem keamanan dokumen oleh Pemerintah Arab Saudi.
“Perubahan ini menuntut respons cepat dari seluruh unit layanan, baik di Kanwil maupun Kantor Kemenag kabupaten dan kota,” katanya.
Ia meminta seluruh penyelenggara haji memastikan sinkronisasi data jamaah, memperkuat sosialisasi kebijakan, serta memperhatikan tantangan geografis Papua agar jamaah di wilayah terpencil tidak tertinggal informasi.
Ketua panitia, Dian Nurlina, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kakanwil Kemenag Papua Nomor 2216 Tahun 2025 dan diikuti 20 peserta dari unsur Bidang Haji Kanwil serta penyelenggara haji dan umrah se-Papua.
Narasumber dalam rakor tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Kantor Imigrasi Jayapura, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Jayapura.
“Rapat ini bertujuan menyamakan persepsi dan merumuskan langkah strategis agar layanan pendaftaran, pembinaan, pemberangkatan hingga pemulangan jamaah haji Papua dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Papua dalam mendukung Tri Sukses Haji, yakni Sukses Ritual, Sukses Ekosistem Ekonomi Haji, serta Sukses Peradaban dan Keadaban Haji.
“Kita ingin jamaah menjadi duta bangsa, khususnya duta Papua, yang santun, tertib, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan selama menunaikan ibadah,” katanya.
Rapat koordinasi tersebut juga diisi dengan pemaparan terkait kesiapan dokumen perjalanan, regulasi keimigrasian, serta pemenuhan standar kesehatan jamaah. Sinergi antarinstansi menjadi perhatian utama mengingat sejumlah layanan melibatkan berbagai pihak.
Menutup kegiatan, Kakanwil mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi demi meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji Papua.
“Harapannya, rakor ini menghasilkan rumusan kerja yang baik dalam mempersiapkan jamaah haji kita. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati seluruh tugas dan pengabdian kita,” ujarnya.(Rilis)








