Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merauke, Papuaterdepan.com – Hasil pemantauan hilal di Pos Observasi Bulan (POB) Merauke, Provinsi Papua, menunjukkan hilal penanda awal 1 Syawal 1447 Hijriah tidak terlihat pada Kamis (19/3).

Pengamatan dilakukan oleh Tim Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua bersama Tim Falakiyah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V.

Kepala Stasiun BMKG Merauke, Wahyu Hidayat, menjelaskan secara astronomi posisi hilal memang sulit diamati. Berdasarkan data, konjungsi atau ijtimak terjadi pada pukul 10.23.23 WIT.

“Pada saat matahari terbenam, ketinggian hilal hanya 0,91 derajat dengan elongasi 4,04 derajat, sehingga secara teori sangat sulit untuk diamati,” kata Wahyu.

Baca Juga :  Sambut HAB Ke-80 Tahun 2026, ASN Kemenag Papua Ramaikan Senam "Spesial"

Ia menambahkan, meskipun secara perhitungan hilal berada di atas ufuk, namun belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan, sehingga peluang terlihat sangat kecil.

Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua, Hendra Yulia Rahman, memastikan bahwa selama proses rukyat berlangsung hilal tidak berhasil terpantau.

“Dengan ketinggian 0,91 derajat dan elongasi 4,04 derajat, hilal masuk kategori sulit terlihat dan dipastikan tidak terlihat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, mengatakan penentuan awal bulan hijriah, termasuk Syawal, mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Baca Juga :  Plh. Kakanwil Kemenag Papua Ajak ASN Jadi Teladan Pengamalan Pancasila

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dalam menyikapi kemungkinan perbedaan penetapan awal Syawal.

“Perbedaan adalah hal yang wajar, yang penting kita tetap menjaga kebersamaan dan menunggu keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat,” katanya.

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, menyatakan pemerintah daerah akan mengikuti keputusan resmi pemerintah pusat serta menghormati pandangan organisasi Islam lainnya.

Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam pukul 19.00 WIB di Jakarta. Hasil rukyat dari berbagai daerah, termasuk Merauke, akan menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan tersebut.(Rilis)

Berita Terkait

Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo
100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI
Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia
Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas
Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa
Umat Buddha Papua Gelar Doa Serentak untuk Bangsa, Kemenag Ajak Perkuat Semangat Kebangsaan
Jelang Aksi KNPB, Richard Ohee Serukan Masyarakat Utamakan Persatuan
Perang Melawan Korupsi Dana Desa, Kejari Jayawijaya Kejar Aset Terpidana di Lima Daerah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:16 WIB

100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:07 WIB

Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:00 WIB

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:25 WIB

Umat Buddha Papua Gelar Doa Serentak untuk Bangsa, Kemenag Ajak Perkuat Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya