Jayapura, Papuaterdepan– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura, Ani Matdoan, secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Angkatan II bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Provinsi Papua, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang dihelat oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Papua ini telah berlangsung sejak 9 Maret 2026, dengan metode hibrida yang mengombinasikan sesi daring dan tatap muka di Aula Kantor Kemenag Kota Jayapura.
Dalam sambutannya, Ani Matdoan menekankan pentingnya sinergi antara peningkatan kompetensi digital dengan penguatan nilai moderasi beragama bagi seluruh ASN Kemenag. Menurutnya, ASN Kemenag memiliki tanggung jawab ganda: memberikan pelayanan prima berbasis teknologi serta menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni kerukunan umat.
Moderasi Beragama sebagai “Jalan Tengah” Selain menutup pelatihan, Ani Matdoan turut memberikan materi strategis mengenai “Moderasi Beragama dan Pembangunan Nasional”. Ia meluruskan pemahaman bahwa moderasi beragama bukanlah memoderasi ajaran agama, melainkan upaya menjaga cara pandang, sikap, dan praktik beragama agar tetap berada di “jalan tengah”.
“Moderasi beragama berarti tidak ekstrem, tidak kaku, dan terbuka. Kita harus akomodatif terhadap kebudayaan lokal selama ekspresi budaya tersebut selaras dengan nilai-nilai agama,” jelas Ani Matdoan di hadapan para peserta pelatihan.
Transformasi Digital untuk Layanan Publik
Sejalan dengan delapan program prioritas Kementerian Agama RI periode 2025–2029, Ani Matdoan mendesak seluruh peserta untuk segera melakukan transformasi digital di unit kerja masing-masing, baik di Kantor Urusan Agama (KUA) maupun madrasah.
Ia mendorong ASN untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi layanan digital seperti SuperApp PUSAKA, Srikandi, hingga SIMPEG. Menurutnya, pemanfaatan teknologi bukan hanya sekadar administratif, melainkan kunci utama untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Pemanfaatan teknologi harus berdampak pada peningkatan kualitas layanan. Saya minta seluruh program kerja daerah sinkron dengan prioritas pusat, serta lakukan evaluasi berkala terhadap kinerja dan serapan anggaran agar target organisasi dapat tercapai maksimal di akhir tahun,” pungkasnya.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi momentum bagi ASN Kemenag di Papua untuk bertransformasi menjadi abdi negara yang cakap digital, berintegritas, dan tetap memegang teguh nilai moderasi dalam kehidupan bermasyarakat.(Rilis)









