JAYAPURA,Papuaterdepan.co. — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua meminta seluruh satuan kerja (satker) mempercepat penyelesaian Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI), terutama dalam melengkapi eviden dan menginput data yang masih belum terpenuhi.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua, Gatut Aryoko, saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) PMPZI yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar di Aula Sasana Krida Bakti Kanwil Kemenag Papua itu diikuti peserta secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting.
Gatut mengatakan Bimtek menjadi bagian dari langkah Kanwil Kemenag Papua untuk memperkuat capaian PMPZI, khususnya bagi satker kabupaten/kota yang masih menghadapi kendala dalam pemenuhan dokumen pendukung dan penginputan eviden.
“Apapun yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita harus diselesaikan. Ini merupakan tuntutan dari Menteri Agama untuk menyelesaikan PMPZI,” ujar Gatut.
Menurutnya, kegiatan tersebut digelar karena masih terdapat sejumlah satker yang capaian pengisian PMPZI-nya belum maksimal. Karena itu, Kanwil menghadirkan perwakilan satker dari daerah agar dapat memperoleh pendampingan dan pemahaman yang lebih konkret mengenai proses pengisian.
Namun, ia mengingatkan Bimtek tidak boleh berhenti sebatas kegiatan pembelajaran. Setelah kembali ke daerah, peserta diminta langsung menindaklanjuti materi yang diperoleh dengan mengejar kekurangan eviden dan memperbarui data.
“Jangan sampai setelah dua hari mengikuti Bimtek, sampai di tempat tugas kembali kendor. Kalau masih ada yang kurang, segera dikejar dan diinput kembali supaya capaian meningkat,” tegasnya.
Gatut juga meminta pemantauan terhadap perkembangan PMPZI dilakukan secara berkala. Kanwil, kata dia, memiliki tanggung jawab tidak hanya memastikan pemenuhan eviden di tingkat wilayah, tetapi juga mendorong satker kabupaten/kota bergerak sesuai target.
Ia menekankan bahwa penyelesaian PMPZI membutuhkan kerja bersama. Setiap satker memiliki tantangan berbeda sehingga diperlukan komunikasi dan pertukaran pengalaman antarpegawai.
“Kita sama-sama belajar. Mungkin ada kelebihan sedikit yang bisa kami bagikan kepada Bapak dan Ibu. Sebaliknya, kalau ada pengetahuan baru dari daerah, silakan dibagikan kepada kami. Yang penting kita sama-sama berjalan,” katanya.
Gatut berharap hasil Bimtek dapat langsung diterapkan di masing-masing satker. Perbaikan capaian PMPZI, menurutnya, tidak semata-mata berkaitan dengan kelengkapan administrasi, tetapi menjadi bagian dari proses membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
PMPZI merupakan instrumen penilaian mandiri untuk mengukur perkembangan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kementerian Agama.
Penilaian tersebut mencakup komponen pengungkit dan komponen hasil sebagai bagian dari pengukuran kemajuan reformasi birokrasi pada masing-masing satuan kerja.
Menutup kegiatan, Gatut kembali mengingatkan peserta untuk menjaga semangat yang telah dibangun selama Bimtek. Ia meminta seluruh satker segera bergerak memperbaiki kekurangan, melengkapi eviden dan meningkatkan capaian PMPZI.
“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini kita bisa bekerja lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.
Bimtek PMPZI Kanwil Kemenag Papua kemudian ditutup secara resmi dan dilanjutkan dengan dokumentasi bersama seluruh peserta.(Rilis)









