Jayapura,Papuaterdepan.com– Upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah di Papua terus dilakukan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua resmi memulai tahapan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Jayapura yang berlokasi di Koya, melalui dukungan pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026.
Dimulainya proyek tersebut ditandai dengan peninjauan lokasi pembangunan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, bersama Kepala Bagian Tata Usaha Gatut Aryoko dan Kepala Bidang Pendidikan Islam M. Muzakir Asso.
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, Kanwil Kemenag Papua terlebih dahulu melaksanakan penandatanganan kontrak kerja secara elektronik dengan penyedia jasa yang telah ditetapkan melalui mekanisme pengadaan pemerintah. Setelah seluruh dokumen administrasi rampung, lahan pembangunan diserahkan secara resmi kepada pihak pelaksana untuk segera memulai pekerjaan.
Klemens Taran mengatakan pembangunan ruang kelas baru tersebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya minat masyarakat menyekolahkan anak-anak mereka di MIN Kota Jayapura dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, jumlah peserta didik yang terus meningkat membuat sebagian ruang belajar saat ini menampung siswa melebihi kapasitas ideal. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diatasi agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan efektif.
“Keberadaan ruang kelas baru akan membantu mengurangi kepadatan siswa dalam kelas sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, lokasi pembangunan dinilai telah memenuhi syarat untuk segera dikerjakan. Kanwil Kemenag Papua menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan sehingga fasilitas tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh siswa.
Selain pembangunan gedung kelas, Klemens juga menekankan pentingnya penataan sarana pendukung lainnya agar lingkungan madrasah menjadi lebih tertib dan nyaman. Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain akses jalan masuk, toilet, serta pengaturan ulang area keamanan sekolah.
Menurutnya, pengembangan infrastruktur pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara maksimal oleh peserta didik, tenaga pendidik, maupun orang tua.
Ia juga mengingatkan pihak pelaksana agar menjaga kualitas pekerjaan dan menyelesaikan proyek sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
“Ketepatan waktu dan mutu pekerjaan harus menjadi prioritas utama sehingga hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi madrasah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua, M. Muzakir Asso, mengapresiasi kelancaran seluruh tahapan yang telah dilaksanakan, mulai dari proses administrasi hingga penyerahan lahan kepada pihak pelaksana.
Menurutnya, pembangunan yang didukung melalui skema SBSN tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan madrasah di Papua.
Muzakir berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan menghasilkan fasilitas pendidikan yang representatif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di MIN Kota Jayapura.
Dengan tambahan ruang kelas baru tersebut, madrasah diharapkan mampu menampung lebih banyak siswa sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kondusif bagi pengembangan kualitas pendidikan Islam di Kota Jayapura.(RIlis)









