JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan keagamaan. Melalui aplikasi SIORI (Sistem Informasi Organisasi dan Rumah Ibadah) dan SIAGA (Sistem Informasi Agama dan Keagamaan), umat Buddha kini dapat mengakses berbagai layanan administrasi secara daring tanpa harus datang ke kantor.
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Papua, Sarono, mengatakan digitalisasi layanan menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan geografis Papua sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien.
Menurutnya, dua layanan utama Bimas Buddha, yakni layanan urusan agama dan layanan pendidikan agama serta keagamaan, kini telah terintegrasi dalam sistem berbasis web yang dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai daerah.
“Melalui SIORI dan SIAGA, masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi keagamaan secara online dari rumah. Ini memberikan kemudahan sekaligus mempercepat proses pelayanan,” kata Sarono di Jayapura.
Ia menjelaskan, aplikasi SIORI digunakan untuk layanan pendaftaran dan pendataan rumah ibadah, organisasi agama, serta organisasi keagamaan Buddha. Pemohon cukup melakukan registrasi, mengunggah dokumen yang dibutuhkan, kemudian mengikuti proses verifikasi secara berjenjang hingga mendapatkan persetujuan.
Salah satu keunggulan layanan tersebut adalah penerbitan tanda daftar secara digital yang dapat diunduh langsung melalui aplikasi dan dikirim otomatis ke alamat surat elektronik pemohon.
Sementara itu, aplikasi SIAGA melayani registrasi lembaga pendidikan Buddha formal maupun nonformal, pendataan guru agama Buddha, guru keagamaan, hingga pengajuan izin operasional lembaga pendidikan keagamaan.
“Seluruh proses administrasi pendidikan dilakukan secara digital sehingga lebih cepat, terdokumentasi, dan mudah dipantau,” ujarnya.
Sarono berharap layanan digital tersebut ke depan dapat terintegrasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kemenag sehingga seluruh data pelayanan dapat tersimpan secara sistematis sebagai arsip digital kelembagaan.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan dalam berbagai kondisi, termasuk di tengah tantangan geografis Papua yang luas dan beragam.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi memberikan peluang besar bagi Kementerian Agama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif dan menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.
“Teknologi harus menjadi sarana untuk memastikan pelayanan tetap hadir dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” kata Klemens.
Ia menambahkan, transformasi digital merupakan bagian dari perubahan budaya kerja birokrasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran Kemenag di Papua didorong untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan berbasis teknologi.
Melalui implementasi SIORI dan SIAGA, Kanwil Kemenag Papua berharap pelayanan keagamaan dan pendidikan keagamaan semakin transparan, akuntabel, efisien, serta mampu menjangkau umat Buddha di seluruh wilayah Papua.









