Ketua Aisyiyah:perempuan sebagai tiang negara dengan karakter berkemajuan

- Redaksi

Senin, 16 Desember 2024 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

inbrek.com, Jayapura,- Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah membuka pelatihan kepemimpinan perempuan dan Baitul Arqam Aisyiyah, di Rusunawa Universitas Muhammadiyah Papua, Holtekam, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (12/12/2024).

Kegiatan bertujuan memperkuat pemahaman ideologi, kepemimpinan, serta nilai-nilai keislaman dan keorganisasian bagi kader perempuan Aisyiyah.

Dalam sambutannya, Salmah menyampaikan pentingnya perempuan sebagai tiang negara dengan karakter berkemajuan.

“Melalui pelatihan ini, kita akan belajar cara mengambil keputusan, berkomunikasi efektif, dan memotivasi anggota. Kita berharap dapat mencetak pemimpin perempuan yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia untuk membangun peradaban utama,” demikian dikatakan doktor farmasi lulusan UGM Yogyakarta ini.

Salmah yang juga merupakan akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menjelaskan konsep Baitul Arqam sebagai bentuk perkaderan Muhammadiyah yang bertujuan menciptakan kesatuan sikap, wawasan, dan integritas di kalangan anggota persyarikatan.

“Perempuan adalah tiang negara. Tujuh karakter perempuan berkemajuan yang harus dimiliki adalah iman dan takwa, taat beribadah, akhlak karimah, pemikiran tajdid, sikap wasatiyah, amaliah salihah, dan sikap inklusif,” jelas Salmah.

Melalui pelatihan kepemimpinan dan Baitul Arqam ini, lanjutnya, diharapkan tercipta para pemimpin perempuan yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia.

“Perempuan-perempuan berkemajuan ini diharapkan mampu memberi pencerahan, menjadi agen perubahan peradaban yang baik, serta membentuk keluarga generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” paparnya.

Baca Juga :  Pengajian Rutin momen saling bertukar informasi terutama bulan Muharram.

Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang didapat, demikian dikatakannya lagi, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk memajukan perempuan dan mewujudkan cita-cita Aisyiyah dalam membawa perubahan positif bagi organisasi dan masyarakat”, ajaknya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Papua, M.B. Setiyo Wahyudi, yang mewakili Penjabat Gubernur Papua, mengapresiasi acara ini.

“Penguatan SDM adalah kebutuhan vital untuk menjaga keberlangsungan dakwah persyarikatan. Perempuan harus siap menjadi agen perubahan di era globalisasi,” ujarnya.

Mewakili Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua, Ahmad Junaedi, menyebutkan bahwa pelatihan ini menjadi bukti ketangguhan kader perempuan Aisyiyah.

“Ibu-ibu Aisyiyah menunjukkan komitmen yang luar biasa, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan program ini,” katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Papua, Partino, menyambut baik peserta yang datang dari berbagai wilayah Papua. Ia berharap keberadaan rusunawa UMP dapat mendukung kenyamanan peserta selama kegiatan.

“Semangat perempuan berkemajuan menjadi teladan bagi semua. Dengan iman dan takwa, kita menjadi kuat,” ujarnya.

Ketua Pengurus Wilayah Aisyiyah, Atira Maddu, menyampaikan apresiasi pada semua pihak, dengan beragam dukungan, moriil materiil, yang memungkinkan acara ini terselenggara. Ia menghargai kehadiran pimpinan pusat Aisyiyah, sehingga menurutnya peserta harus dapat memanfaatkan dengan baik kesempatan yang berharga itu. Atira yang merupakan seorang guru, menaruh harapan kelak di Papua juga dapat berdiri perguruan tinggi Aisyiyah, selain adanya Universitas Muhammadiyah Papua.

Baca Juga :  Kampung Skouw Mabo Gelar Sosialisasi Kebangsaan, Warga Antusias Terima Bantuan Presiden

Ketua Panitia, Titin Maslahah, dalam laporannya menyebut bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ideologi Muhammadiyah dan Islam berkemajuan, memperkuat kapasitas kepemimpinan, membentuk kader militan dan inspiratif, serta mempererat silaturahmi organisasi. Sebanyak 90 peserta dari unsur PW Aisyiyah Papua dan Pengurus Daerah Aisyiyah se-Papua, mengikuti kegiatan ini.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, dari donatur hingga Universitas Muhammadiyah Papua, kegiatan ini dapat berjalan lancar. Semoga Allah meridhai langkah kita,” tutupnya.

Hadir pada kesempatan ini para pengurus organisasi kemasyarakatan (ormas) perempuan Islam serta ormas perempuan agama-agama lainnya di Provinsi Papua, juga jajaran pengurus PW Muhammadiyah, PW Aisyiyah, PDM Kota Jayapura, juga unsur organisasi otonom di lingkup Muhammadiyah di Provinsi Papua.
Pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan Baitul Arqam di Tanah Papua.**(Rilis Humas UM Papua)

Berita Terkait

Papua Pegunungan Konsolidasikan Program Pendidikan Dasar dan Menengah
Situasi Yahukimo Memanas, Kepala Suku Minta Warga Tak Terprovokasi
Minta Maaf Sempat Bikin Gaduh, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib
Dari Lahan Sempit ke Ruang Belajar Hijau, UM Papua Kembangkan Kebun Edukatif di Sekolah
Pulihkan Mental Warga Binaan, Kemenag Jayapura Gelar Bimbingan Spiritual di Lapas Abepura
Konsolidasi Pendidikan Se-Papua 2026, Uji Komitmen Pemerataan dan Sinkronisasi Program
Perkuat Kerukunan, Kepala Kemenag Jayapura Bekali Penyuluh Agama Materi Moderasi Beragama
Kemenag Kota Jayapura Hadiri Pembukaan Festival Imlek 2577, Dorong Moderasi Beragama

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:51 WIB

Papua Pegunungan Konsolidasikan Program Pendidikan Dasar dan Menengah

Senin, 2 Maret 2026 - 16:45 WIB

Situasi Yahukimo Memanas, Kepala Suku Minta Warga Tak Terprovokasi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:25 WIB

Minta Maaf Sempat Bikin Gaduh, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:34 WIB

Dari Lahan Sempit ke Ruang Belajar Hijau, UM Papua Kembangkan Kebun Edukatif di Sekolah

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:41 WIB

Konsolidasi Pendidikan Se-Papua 2026, Uji Komitmen Pemerataan dan Sinkronisasi Program

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya