papuaterdepan.com, Jayapura,– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, S.Ag., menegaskan pentingnya peran guru agama sebagai agen moderasi beragama sekaligus teladan hidup sehat. Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dan Hidup Sehat bagi Guru Agama tingkat SMP/MTs/SMA/SMK/MA se-Kota Jayapura tahun 2025, di Aula Asrama Haji Jayapura, Selasa (19/8/2025).
Acara yang diikuti 75 guru agama tersebut ditandai dengan penabuhan tifa oleh Klemens, didampingi Kakanmenag Kota Jayapura Hj. Ani Matdoan, Sekretaris FKUB Kota Jayapura I Wayan Wira Adnyana, akademisi H. Idrus Alhamid, serta Ketua Panitia Muhammad Syaiful.
Dalam sambutannya, Klemens menyebut guru agama memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai pendidik tetapi juga figur keagamaan yang membentuk karakter spiritual peserta didik dan memberi teladan di masyarakat.
“Guru agama juga harus menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai toleransi, keseimbangan, dan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan di Indonesia yang majemuk,” ujar Klemens.
Ia menambahkan, salah satu prioritas Kemenag dalam program Asta Protas adalah penguatan moderasi beragama. Moderasi, menurutnya, berarti setia pada ajaran agama masing-masing sekaligus menghormati perbedaan, bukan mencampuradukkan ajaran.
Selain itu, ia menekankan gaya hidup sehat sebagai syarat penting peningkatan kualitas pengajaran. “Pikiran yang jernih dan fisik yang bugar akan membuat guru lebih siap menjadi agen moderasi di sekolah maupun masyarakat, khususnya dalam menghadapi generasi Z,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris FKUB Kota Jayapura, I Wayan Wira Adnyana, menyoroti ancaman intoleransi, radikalisme, dan masalah sosial yang masih membayangi generasi muda, mulai dari perilaku menyimpang hingga penyalahgunaan lem aibon. Ia menekankan peran vital guru agama untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
“Bibit-bibit radikalisme masih ada dan perlu diwaspadai. Guru harus proaktif memetakan penyebab intoleransi agar bisa diatasi bersama,” kata Wira.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Komisi Perlindungan Anak Kota Jayapura, akademisi, serta pejabat Kemenag Kota Jayapura.









