Masyarakat Yali dan Mek Desak NasDem Tetapkan Yafet Saram Jadi Ketua DPRD Yahukimo

- Redaksi

Sabtu, 10 Mei 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepancom, Jayapura – Masyarakat suku Yali dan Mek di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, mendesak Partai NasDem untuk segera menetapkan Yafet Saram sebagai Ketua DPRD Yahukimo. Mereka menilai Saram layak memimpin lembaga legislatif karena berasal dari dua suku yang selama satu dekade menjadi basis utama suara NasDem di daerah tersebut.

Desakan ini disampaikan dalam pernyataan sikap resmi yang dibacakan oleh perwakilan masyarakat, Joni Meabun. Pernyataan itu didukung sejumlah pemuda dan masyarakat dari 16 distrik di Yahukimo.
“Kami sudah berjuang bersama NasDem sejak 2014 hingga 2024. Kursi DPRD, DPR RI, dan DPD RI yang dimenangkan NasDem tak lepas dari suara kami. Maka sekarang, kami minta Ketua DPRD berasal dari kami, yaitu Yafet Saram,” kata Joni Meabun saat menyampaikan pernyataan sikap di Jayapura, Sabtu, 10 Mei 2024.

Selain kontribusi politik yang besar, Meabun juga mengingatkan adanya komitmen politik saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo pada Rabu, 27 November 2024. Menurutnya, dukungan dari suku Yali dan Mek waktu itu diberikan dengan komitmen bahwa kepentingan mereka akan diakomodasi jika pasangan yang mereka dukung menang.

“Kami Masyarakat Suku Yalimek sudah komitmen politik dan diberi ruang jika menang. Sekarang saatnya janji itu harus ditepati. Kursi Ketua DPRD harus menjadi milik Yali dan Mek,” ujar Meabun.

Baca Juga :  LPTQ Papua Pastikan Penjurian MTQ Berjalan Profesional dan Akuntabel

Pada Pemilu 2024, NasDem meraih 12 kursi DPRD di Yahukimo, dengan empat di antaranya berasal dari wilayah dan suara Yali dan Mek. Mereka juga mendukung kemenangan Robert Rouw ke DPR RI untuk periode kedua, serta Sopater Sam ke DPD RI.

Ketua DPW Partai NasDem Papua Pegunungan, Befa Yigibalom, menyatakan bahwa partai membuka ruang kompromi untuk merespons aspirasi masyarakat Yali dan Mek. Salah satu skenario yang sempat ia sampaikan adalah pembagian masa jabatan Ketua DPRD Yahukimo secara bergilir.

“Bisa saja kami bagi dua setengah tahun pertama kepada kader NasDem dari suku Yali-Mek, lalu dua setengah tahun berikutnya kepada kader lain. Semua harus saling menerima, dan semua harus tetap berjalan baik,” ujar Befa dalam pertemuan dengan perwakilan pemuda Yali dan Mek di Jayapura.

Namun, usulan tersebut langsung ditolak oleh kalangan pemuda. Mereka menilai skema pembagian periode jabatan itu tidak sebanding dengan kontribusi politik yang telah diberikan Yali dan Mek selama tiga periode pemilu. “Itu solusi yang tanggung. Setelah kami konsisten dukung NasDem sejak 2014, masa hanya diberi dua setengah tahun? Kami minta penuh lima tahun,” kata salah satu perwakilan pemuda.

Baca Juga :  Apel Pagi, Pembimas Buddha Sarono ingatkan ASN jaga Kedisiplinan Pegawai dan Percepatan Zona Integritas di Papua

Mendengar penolakan tersebut, Befa akhirnya menyatakan akan menghormati dan menindaklanjuti aspirasi tersebut secara serius. “Saya terima baik permintaan masyarakat Yali dan Mek. Dan akan diputuskan untuk pimpinan DPRD Yahukimo dari Yalimek,” janjinya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Roberth Rouw, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi soal siapa yang akan menjabat sebagai Ketua DPRD Yahukimo.

“Sebagai utusan DPP NasDem, saya hadir untuk menyampaikan secara terbuka bahwa proses ini masih berlangsung. Tidak ada keputusan final. Ini penting agar masyarakat mendapatkan kejelasan,” ujar Rouw dalam pertemuan dengan warga Yahukimo.

Ia menambahkan bahwa penunjukan Ketua DPRD akan diputuskan melalui mekanisme internal partai. “Ini kan belum ada keputusan siapa yang menjadi pimpinan. Semua masih dalam proses,” katanya.

Hingga kini, DPP dan DPW Partai NasDem belum memberikan pernyataan resmi terkait calon Ketua DPRD Yahukimo.

Berita Terkait

Perang Melawan Korupsi Dana Desa, Kejari Jayawijaya Kejar Aset Terpidana di Lima Daerah
Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua
Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis
Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027
Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik
Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif
Rakerda LPTQ Papua Sepakati Arah Baru Pembinaan Qurani dan Penguatan Kelembagaan
MTQ Papua Perkuat Peran Syarhil Al-Qur’an sebagai Media Dakwah Generasi Muda

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:44 WIB

Perang Melawan Korupsi Dana Desa, Kejari Jayawijaya Kejar Aset Terpidana di Lima Daerah

Senin, 20 Juli 2026 - 06:44 WIB

Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:21 WIB

Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIB

Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:32 WIB

Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya