Menag dorong kampus keagamaan berkelas dunia, Papua usulkan peningkatan status institusi

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com- Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mendorong seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Indonesia untuk bertransformasi menjadi institusi pendidikan berkelas dunia melalui penguatan kepemimpinan rektor, kualitas dosen, dan reformasi beasiswa.

“Perguruan tinggi ini bukan milik pribadi rektor, tetapi milik negara melalui Kementerian Agama. Karena itu, pemilihan rektor harus benar-benar memperhatikan kelayakan dan kapasitas kepemimpinan,” kata Menag Nasaruddin Umar dalam rapat koordinasi daring yang diikuti jajaran Kemenag Papua dari Jayapura, Selasa (13/1).

Menag menekankan bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya Inggris dan Arab, menjadi prasyarat utama bagi pimpinan kampus agar PTKN mampu bersaing dan menjalin kerja sama di tingkat global.

Selain kepemimpinan, Nasaruddin menyoroti pentingnya regenerasi tenaga pendidik melalui pembibitan dosen muda yang dibiayai oleh negara sejak jenjang S1 hingga S3. Ia juga mendorong keadilan alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar ilmu keagamaan, sosial, dan humaniora mendapatkan porsi yang setara dengan ilmu eksakta.

Baca Juga :  Silaturahmi Ramadan, Kemenag Papua Hadiri Buka Puasa Bersama Gubernur Mathius Fakhiri

Di bidang akademik, Menag mengingatkan para dosen untuk aktif melakukan publikasi ilmiah secara jujur dan menghindari plagiarisme serta penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI).

Menanggapi arahan strategis tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Papua Klemens Taran yang turut hadir dalam pertemuan itu menyatakan kesiapannya untuk mendorong mutu pendidikan tinggi keagamaan di Bumi Cenderawasih.

Klemens secara khusus menyoroti perlunya percepatan peningkatan status perguruan tinggi keagamaan Kristen di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua.

Baca Juga :  Doa Lintas Agama di Papua, Kemenag Ajak ASN Rawat Persatuan

“Kami berharap ada intervensi kebijakan agar sekolah tinggi keagamaan Kristen dapat ditingkatkan menjadi institut. Ini penting untuk menjawab kebutuhan umat dan pemerataan layanan pendidikan,” ujar Klemens dalam keterangan terpisahnya.

Kakanwil juga mengusulkan penyederhanaan birokrasi terkait peningkatan status kepangkatan dosen dan guru. Ia berharap proses tersebut tidak lagi terpusat hanya di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), melainkan dapat didelegasikan ke direktorat teknis keagamaan masing-masing agar lebih efisien.

Melalui sinergi kebijakan dari pusat hingga ke daerah ini, Kemenag berharap lulusan PTKN, termasuk di Papua, dapat memiliki daya saing tinggi dan membawa dampak positif bagi pembangunan bangsa.(Rilis)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya